-->

Menu Bawah

Iklan

Gara-gara Pasien Covid-19 Meninggal Dunia , SAD Muara Kilis Melangun

Portal Tebo
24/08/20, 18:30 WIB Last Updated 2020-08-24T11:30:36Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Suku Anak Dalam (SAD) Desa Muara Kilis Kacamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo sudah beberapa hari ini pergi melangun. Mereka terpaksa harus pergi ke hutan karena takut tertular virus Corona atau Covid-19. Pasalnya, salah seorang warga desa tempat mereka tinggal, ST (21) terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal dunia.

Pimpinan SAD, Temenggung Apung mengatakan melangun merupakan salah satu tradisi mereka, yakni pergi meninggalkan tempat tinggal atau pindah ketempat lain yang dianggap aman. Bisanya melangun ini dilakukan disaat ada anggota keluarga yang meninggal dunia.

Namum kata Temenggung, melangun yang dilakukan kelompok dia kali ini untuk menghindari bahaya tertularnya virus Corona," kita tahu jika vinus Corona itu cepat menyebar dan mematikan. Jadi biar terhindar dari virus itu, kita terpaksa melangun," kata Temenggung Apung yang saat ini berada di hutan desa Suo-Suo Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, Senin (24/08).

Diakui Temenggung jika sudah beberapa minggu ini kelompok dia pergi melangun, yakni mulai dari almarhum ST dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19, almarhum dirawat di RSUD STS Tebo hingga meninggal dan dimakamkan.

Saat ini kata Temenggung, rakyat (warga) dia masih melangun. Mereka akan kembali ke Desa Muara Kilis jika kondosinya memang sudah benar-benar aman. 

Untuk bertahan hidup lanjut Temenggung, dia dan warganya mencari getah damar dan madu dan kemudian dijual kepada pengepul," biasanya kami juga mencari damar dan madu. Sekarang juga begitu, cuma tempat tinggal saja yang berpindah. Nanti jika sudah aman, kami akan kembali ke desa," katanya. 

Hal ini dibenarkan oleh pendamping SAD Jambi yang juga Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), Ahmad Firdaus," iya, sekarang ini pemukiman SAD di Desa Muara Kilis sepi sekali, mereka pada pergi melangun. Hanya beberapa orang saja yang tinggal di sana," kata Firdaus. 

Firdaus berkata, rumah ST pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia tidak jauh dari pemukiman SAD Kelompok Temenggung Apung. Di sana, ST membuka usaha warung atau tokoh. Untuk antisipasi agar virus yang semakin pandemik tersebut tidak menyebar, fia minta kepad Tim Gugus Tugas Covid-19 segera menseterilkan rumah atau warung ST tersebut," sebaiknya rumah ST segera disemprot disinfektan, begiru juga rumah-rumah SAD di sana. Ini demi memutus penyebaran virus tersebut," kata Firdaus. 

Diketahui, ST (21), warga Desa Muara Kilis Kacamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya, Jumat (21/08/2020).

Hari itu juga, jenazah pasien yang memiliki riwayat perjalanan dari Provinsi Sumatera Selatan ini dimakamkan sesuai protokol penanganan Covid-19 di Desa Muara.

Sebelumnya, ST sempat menjalani perawatan sejak 11 Agustus 2020 lalu di RSUD STS Tebo, dan Tim Gugus Tugas Kabupaten Tebo, Jambi telah melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien.

Pasien juga pernah berobat di Puskesmas Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi. Saat ini Puskesmas Sungai Bengkal sendiri telah ditutup beroperasi dan telah dilakukan penyemprotan disinfektan.

Sementara, petugas kesehatan di Puskesmas Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi semua sudah dilakukan rapid test dan swab.

Dari hasil swab, ada dua orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, yaitu petugas medis Puskesmas Sungai Bengkal dan ayah mertua ST. (red) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini