-->

Menu Bawah

Iklan

Pameran Seni Rupa Oleh Terbagi Rubrik

06/08/20, 11:25 WIB Last Updated 2020-08-06T04:25:43Z
masukkan script iklan disini


Kecamatan Rimbo Bujang berjarak sekitar empat puluh lima menit dari kota kabupaten, kawasan ini menjadi tempat yang banyak diharapkan orang untuk mengais rezeki. Tak ayal bahwa Kecamatan Rimbo Bujang memiliki masukan anggaran dana paling banyak dari kecamatan lain di Kabupaten Tebo. Sebuah kota kecamatan kecil yang acap membanggakan diri sebagai representasi penggerak perekonomian, kota kecamatan yang kecil dengan mayoritas masyarakat berdarah Minang dengan segala marga yang dibawa.

Di tepi kota kecamatan ini, di Jalan 28 unit 1 sedang diselenggarakan pemeran seni rupa pada tanggal 5 hingga 6 Agustus tahun 2020 ini. Jalan menuju lokasi itu lurus namun ada beberapa kerikil yang terlempar dari pinggir jalan atau terbawa oleh kendaraan, sebab siang tadi hujan sudah turun ditengah awal musim kemarau. Baliho kecil bertuliskan Terbagi Rubrik terpasang diatas dek ruko yang ternyata dipinjam oleh Berbagi Rubrik untuk menyelenggarakan pameran seni rupa ini.

Terlihat jelas saat motor ini akan diparkirkan sudah ramai anak muda dengan style masa kini. Ini dapat dirasakan bahwa dunia fashion sudah merambak luas dari kota besar ke kota kecamatan kecil ini dengan adanya bantuan gawai. 

Ruangan itu hanya dipinjam oleh Terbagi Rubrik sebagai tempat pameran, “disini kalau mau menyewakan untuk acara seperti ini masih belum lazim, makanya kami hanya meminjam” kata pria jangkung menjelaskan sambil mengibaskan poni rambutnya yang mulai mengganggu pandangan, ia juga menunjuk sebuah rumah papan yang berada disebrang “sebetulnya kita mau minjam yang itu tapi pemilik ruko ini ngizinin buat menyelenggarakan acara” tambahnya. 

Naungan komunitas Terbagi Rubrik ini beranggotakan banyak orang, namun dalam acara pameran seni rupa ini hanya empat orang yang aktif, “kita walaupun cuman punya uang lima ribu ya langsung buat event,” kata pria ini sambil tertawa, dan saya baru tau namanya saat perjalanan pulang yaitu Diego. 

Ruangan yang kira-kira luarnya sepeluh meter persegi ini dipajang dengan banyak lukisan. Juga terdapat dua motor yang sudah dibredel sedemikian rupa dengan menambahkan beberapa aksen yang mengingatkan saya pada film Ghost Rider

Lukisan-lukisan yang dipamerkan dibuat secara detail dan apik, saat memasuki ruangan yang dicat setengah putih dan merah muda terlihat gambar seseorang dengan mengenakan pakaian gelap dan bercadar. Gambar tersebut terkesan ingin menunjukkan simbol kesalehan. lalu terlihat tertulis HERSTORY pada bagian atas, “ini kami terima dari anak perempuan SMA yang mengirim pada kami” kata pria yang memiliki rahang terlihat jelas itu menunjuk lukisan tersebut. “menarik” tukas saya. 

Ia terus berbicara, sedang mata saya jelalatan mengamati lukisan. Dari titik berdiri saya, terlihat meja panjang dengan banyak buku berjejer diatasnya, “buku itu donasi, kalau mbk mau berdonasi silahkan,” katanya sambil tertawa. 

Pada usia yang baru menginjak 4 minggu, komunitas Terbagi Rubrik yang bergerak dibidang seni dan literasi ini sudah menyelenggarakan acara sebanyak empat kali. Komunitas ini tergerak dari hobi yang sama dan tujuan yang sama, ini bisa saya lihat dengan mereka yang telah beberapa kali membuat film documenter bersama. Mereka ingin film documenter ini dapat disiarkan secara berkala didaerah-daerah lain, namun sampai saat ini mereka terhalang dengan peminjaman infocus

Kegiatan yang diselenggarakan dengan memanfaatkan waktu luang ini kebanyakan dilakukan oleh mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah berbasis daring, bisa menjadi alternative untuk kita semua dalam melepas penat setelah mengikuti pembelajaran secara daring, baik berlaku pada siswa maupun mahasiswa. Namun tentunya tak juga mendekte kegiatan ini untuk anak muda saja, dengan beberapa kali hadirnya laki-laki yang membawa putri mereka mengunjungi kegiatan pameran ini menunjukkan bahwa, kegiatan ini tak pandang usia, “ya kita kan mahasiswa lagi kuliah daring dan kalau dirumah juga ga ngapa-ngapain makanya untuk menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat ya ikut komunitas ini” laki-laki sebelah saya angkat bicara.

Tak hanya agenda pameran seni rupa saja, namun pada kegiatan sebelumnya komumitas ini membuat lapak buku yang digelar didepan Kantor Kecamatan Rimbo Bujang, serta dilapangan terbuka bekas gusuran Sekolah Dasar. 

Diskusi-diskusi mewarnai lapak buku yang menjadi kegiatan ini berbobot. Hal itu dilakukan untuk menambah literasi anak muda di Kabupaten Tebo, serta yang juga dapat menyalurkan hobi membaca puisi. 

Budaya literasi yang kini sudah bergeser pada arus informasi yang tak berkesudahan dapat pula berbahaya, sedang literasi adalah neraca ukur untuk mengukur keberbobotan nilai informasi yang didapat. Seperti layaknya sebuah pondasi, budaya literasi akan membuat siapa saja menjadi kokoh dalam setiap terpaan gejolak arus informasi. 

Di kota kecamatan ini sangat banyak kita jumpai pemuda-pemudi yang duduk bersantai. Terlebih disaat waktu sore hari, beberapa orang membuat jalan raya seperti arena balap menjadi sasaran yang tidak mudah bagi komunitas Berbagi Rubrik untuk “berkenalan”, “kita coba hal kecil terlebih dahulu ya seperti yang sedang kita selenggarakan ini” masih bersama Diego. 

Dari wilayah kecil dari besarnya ibukota negara, terdapat anak muda penggiat literasi , , wadah untuk menyaluran potensi dibidang seni rupa serta dibidang sinematografi. Anak muda yang sedang berusaha merangkul anak muda lainnya dalam meningkatkan budaya literasi, seni rupa, sinematografi dan “melek” kondisi yang ada disekitar mereka. 

Dari kota kecamatan kecil kebanggaan kita bersama terdapat bibit baik untuk meningkatan kualitas pendidikan yang akan terhintung secara garis besar sebagai peningkatan kualitas pendidikan didaerah. 


Ditulis oleh: Anisa Nugrahrnening Pinasti.

Komentar

Tampilkan

1 komentar:

Terkini