-->

Menu Bawah

Iklan

Petani Lintas Kabupaten Semangat Mengikuti Belajar Jurnalisme Warga

16/08/20, 09:42 WIB Last Updated 2020-08-16T02:43:24Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Tidak kurang 30 Orang Petani, Sabtu (15/8) yang berasal dari kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun, Tebo, Kota Jambi, Terlihat semangat mengikuti belajar Jurnalisme Warga yang di gagas Serikat Petani Indonesia (SPI) Jambi yang bekerjasama dengan media detail.id.

Agung, Salah seorang perwakilan yang menjadi peserta mengucapkan terimakasih kepada Jogi Sirait selaku mentor  jurnalisme warga dan semua peserta atas partisipasi dan komitmennya untuk berjuang bersama dengan begitu semoga ilmu yang di dapat bisa bermanfaat hari ini dan ke depan.

"Terima kasih atas ilmu dan pengalaman yang diberikan. Jangan bosan dalam membimbing dan memberikan pelajaran kepada kami yang masih awam semoga ilmu yang sudah diberikan ini bisa menjadi bekal dalam memperjuangkan tegaknya reforma agraria sejati." Ungkapnya seusai pelatihan. 

Kerjasama SPI Jambi dan Media Detail kemarin merupakan tahap pertama untuk mengetahui dasar-dasar jurnalisme, apa itu berita, hingga belajar tentang teknik penulisan berita dan dokumentasi.

Dalam penyampaiannya, Jogi Sirait, Selaku wartawan senior yang juga Kabiro Gatra di Jambi menjelaskan apa itu fakta dan 5W1H yang menjadi dasar sebuah berita. Begitupun teknik menggali ke nara sumber dengan tetap melalui cara yang santun, sabar, sehingga apa yang digali bisa diperoleh dan tetap bisa berkomunikasi dengan baik terhadap nara sumber atau siapapun.

"Informasi sebisa mungkin  diperoleh dari nara sumber primer bukan dari katanya-katanya. Harus diperoleh dari orang yang bersangkutan misalnya ada sebuah kecelakaan; kejadian kapan, lokasinya dimana, korbannya siapa, ada berapa, kondisinya bagaimana, kendaraannya apa, karena apa, semua informasi itu sebisa mungkin harus diperoleh dari melihat langsung atau orang yang melihat langsung atau pelaku atau korban, sehingga kronologi peristiwa kecelakaan bisa diperoleh secara utuh dan yang membaca beritanya tidak bingung lagi," ujarnya.

Sebuah berita itu, Lanjut pria yang pernah mendapat felowsip di Australia ini, Artinya sudah terkonfirmasi atau melalui proses konfirmasi karena konfirmasi adalah sesuatu yang sangat penting dalam sebuah pemberitaan termasuk dokumentasi. 

"Menulis tidak perlu bertele-tele langsung ke masalahnya saja. Kalau ada yang perlu ditambahi ya ditambahi tapi jangan terlalu panjang juga." Pungkasnya. 

Sarwadi, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah SPI Jambi dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan ini penting dilakukan agar  petani-petani anggota SPI menjadi semakin semangat dalam menulis, mendokumentasi dan memverifikasi apa yang terjadi. 

Ini penting karena kampung-kampung yang menjadi basis SPI rata-rata jauh dari jangkauan media atau wartawan dan ini langkah awal bagaimana nanti masing-masing basis dapat secara rutin mengirimkan tulisan dan dokumentasi yang layak atau yang perlu di publikasi. Apakah itu menyangkut aspirasi, potensi, masalah, sehingga bisa terus berbagi informasi dan selalu update di media massa maupun media sosial. 

"Semua peserta paska ini semoga mampu merangkai tulisan atau dokumentasi sesuai kaidah-kaidah yang sudah di serap hari ini. Kita memang masih belajar makanya harus terus latihan apakah itu menulis situasi dan kondisi dilapangan, potensi-potensi, hingga harapan terhadap sektor pertanian, ekonomi, koperasi, dsb. Tulis saja, Toh kita tetap dalam bimbingan mentor tinggal berkomunikasi di media center yang sudah kita buat," pungkas Ketua SPI Jambi tersebut. (wil) 
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini