-->

Menu Bawah

Iklan

Ratusan Jiwa SAD Tanah Garo Belum Memiliki Identitas Kependudukan, Ratusan Jiwa Lagi Masuk ke Administrasi Merangin

12/08/20, 20:49 WIB Last Updated 2020-08-12T13:49:40Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Indentitas kependudukan ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) yang berada di Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir Kabupaten Tebo, masuk kedalam administrasi Kabupaten Merangin. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah Waris SAD Desa Tanah Garo. 


Salah seorang Waris, Herianto mengungkapkan, ratusan warga SAD yang data kependudukannya masuk ke Merangin tersebut adalah kelompok Temenggung Jelitai," Lokasi Temenggung Jelitai berada di perbatasan Tebo - Merangin. Tapi dahulu mereka masuk wilayah Tebo yang berwaris ke Tanah Garo," kata Herianto. 


Sebelumnya jelas dia, hanya ada satu kelompok dan satu ketemenggungan SAD di wilayah desa Tanah Garo. Lalu pecah menjadi dua kelompok yakni dibawah Ketemenggungan Ngadap dan Jelitai," identitas kependudukan untuk kelompok Jelitai ini sudah banyak yang masuk Merangin, kemungkinan ada ratusan jiwa, dan sebagian lagi belum memiliki identitas kependudukan," ujar Herianto.


Hal yang sama juga dikatakan Temenggung Ngadap. Dia menjelaskan jika Temenggung Jelitai masih ada hubungan kekerabatan dengan dia dan warga SAD dibawah pimpinannya. Temenggung juga membenarkan jika kelompok Temenggung Jelitai berada dan berwaris di Tanah Garo 


Meski administrasi kependudukan kelompok Temenggung Jelitai masuk ke Kabupaten Merangin kata Temenggung Ngadap, namun masih ada puluhan kepala keluarga yang masih belum memiliki identitas kependudukan," rombongan Langkap masih kelompok Temenggung Jelitai, mereka tidak mau masuk ke Merangin. Mereka ingin tetap dan tercatat secara sah sebagai warga SAD Tebo," kata Temenggung Ngadap. 


Temenggung Ngadap berkata, keinginan rombongan Langkap untuk terdata sebagai warga SAD Tebo ini sudah beberapa kali disampaikan kepada dia," beberapa kali pemerintah Merangin memberikan bantuan kepada rombongan Lengkap, sebanyak itu pula ditolak. Alasannya mereka bukan warga SAD Merangin," kata Temenggung Ngadap lagi. 


Untuk itu, Temenggung Ngadap meminta kepada Pemkab Tebo agar mwndata rombongan Langkap agar tercatat secara sah sebagai warga SAD Tebo," kalau KKnya 50 lebih, kalau jiwanya 100 orang lebih. Mereka (rombongan Langkap) ingin tercatat secara sah sebagai warga SAD Tebo," ujarnya. 


Hal ini sangat disayangkan oleh pendamping SAD Tebo, Ahmad Firdaus. Menurut dia, SAD merupakan aset daerah yang saat ini kurang tersentuh. Seharusnya kata dia, Pemkab Tebo secepatnya mengambil langkah agar aset tersebut tidak berpindah ke daerah lain.


"ini tugas kita bersama. Jangan sampai rombongan Langkap mengurus identitas kependudukan ke Merangin. Nantinya Tebo yang dirugikan," kata Firdaus.


Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK) ini berkata, menurut orang tua desa Tanah Garo dan warga SAD, mereka adalah setali darah. Artinya, dari dahulu warga desa Tanah Garo dengan SAD memiliki ikatan," sampai sekarang, jika warga SAD ke Tanah Garo mereka bilang balek (pulang). Sebab Waris mereka di Tanah Garo. Begitu juga dengan kelompok Temenggung Jelitai, Waris mereka ke Tanah Garo," jelas Firdaus lagi. 


Secara kewilayahan lanjut Firdaus, SAD kelompok Temenggung Jelitai berada di wilayah Tebo. Jadi menurut dia, status SAD kelompok Temenggung Jelitai harus diperjelas," kapan perlu data kependudukan kelompok Temenggung Jelitai dikembalikan ke Tebo, biar tidak ada perpecahan antar sesama SAD atau SAD sama Waris dalam hal ini warga Desa Tanah Garo," katanya. 


Terkait persoalan ini, Bupati Tebo, Sukandar dikonfirmasi mengatakan jika perbatasan atau tapal batas antara Kabupaten Tebo dengan Merangin sudah tidak ada persoalan. Namun dia mengaku baru mengetahui jika ada warga SAD Tebo yang telah memiliki identitas kependudukan Kabupaten Merangin. 


Untuk menyelesaikan persoalan ini, Sukandar minta kepada pihak desa agar menyurati dirinya," yang belum memiliki identitas kependudukan akan kita data, yang sudah memiliki indentas namun masuk ke kabupaten tetangga, akan kita urus. Saya minta kepada kepala desa yang bersangkutan untuk bersurat," kata Bupati. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini