-->

Menu Bawah

Iklan

Konflik Lahan Antar Sesama Temenggung SAD Diselesaikan Dengan Musyawarah

Portal Tebo
14/10/20, 13:32 WIB Last Updated 2020-10-14T06:32:18Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Perselisihan atau konflik lahan antar sesama Temenggung Suku Anak Dalam (SAD) terjadi di wilayah Kabupaten Tebo, yakni Temenggung Tupang Besak dengan Temenggung Lidah Pembangun. Objek konflik berada di Desa Muara Kilis Kacamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, Jambi. 


Konflik yang terjadi sejak beberapa tahun lalu ini, akhirnya bisa diselesaikan dengan musyawarah di tingkat desa," Alhamdulillah, kedua belah pihak sudah sepakat menyelesaikan persoalan itu dengan cara kekeluargaan," kata Kepala Desa (Kades Muara Kilis, Soffaturahman usai mimpin musyawarah antar Temenggung tersebut, Rabu (14/10/2020).


Kades menjelaskan, awal konflik terjadi disaat Temenggung Tupang Besak menduga jika lahan dia seluas 30 Ha telah diserobot oleh kelompok Temenggung Lidah Pembangun. 


Sementara, klarifikasi dari kelompok Temenggung Lidah Pembangun mereka tidak pernah menggarap atau menyerobot lahan kelompok Temenggung Tupang Besak. 


Akhirnya lanjut Kades, dilakukan musyawarah antar kedua belah pihak di kantor desa. Hasil musyawarah kata dia, masing-masing kelompok (Temenggung) sepakat akan turun bersama ke lapangan (lokasi objek sengketa) untuk melakukan pengukuran ulang lahan yang menjadi objek konflik. 


Apabila total luasan lahan yang diukur lebih dari 30 Ha, maka akan dikembalikan kepada kelompok Temenggung Lidah Pembangun. Sebaliknya, jika total luasan lahan yang diukur kurang dari 30 Ha, maka Temenggung Lidah Pembangun bersedia menambah lahan tersebut untuk mencukupi luasan 30 Ha. 


"Alhamdulillah, kedua pihak menerima kesepakan itu," tutup Kades dan berharap masing-masing Temenggung membuka diri dan saling menerima kelebihan dan kekurangan pada saat pengukuran, serta tetap menjaga stuasi kondusif. (ahd/red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini