-->

Menu Bawah

Iklan

PT WKS Dituding Melakukan Kejahatan Kemanusiaan

Portal Tebo
15/10/20, 21:06 WIB Last Updated 2020-10-15T14:06:21Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Perseteruan konflik tenurial antara masyarakat Desa Lubuk Mandarsyah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo yang tergabung didalam Kelompok Tani Sungai Landai Mandiri dan Serikat Tani Tebo dengan PT.Wira Karya Sakti (PT. WKS) menuai dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.


Konsorsium Pembaharuan Agraria Jambi (KPA-Jambi), Frans Dodi selaku delegasi dan pendamping sekaligus juru bicara dari pihak masyarakat Desa Lubuk Mandarsyah mengatakan, akibat dari adanya konflik agraria ini adalah anak-anak putus sekolah dan mereka sekarang bekerja serabutan" secara ekonomi mereka tertinggal, "cetus Frans Dodi, Selasa kemarin (13/10/20).


Kebijakan negara hari ini tegas dia, cenderung berpihak kepada pengusaha. Pasalnya menurut dia, sampai saat ini tidak ada yang bisa dirasakan oleh masyarakat Dusun Tanjung Pauh dan Dusun Sungai Landai Desa Lubuk Mandarsyah, rata-rata secara ekonomi tertinggal dan anak-anak banyak yang putus sekolah.


"Ini bentuk kejahatan kemanusiaan. Mereka sudah menghilangkan hak-hak  hidup petani yang mana dulunya menggarap sekarang menjadi buruh tani, " ungkap Frans Dodi lagi.


Ditanya apakah ada niat baik dari perusahaan untuk menyelesaikan konflik ini, Frans Dodi menjawab," tidak ada niat baik mereka,karena berapa kali pertemuan bahkan berita acara kesepakatannya jelas dan itu lagi-lagi dilanggar. Artinya kebijakan-kebijakan pemerintah pun tidak mampu untuk menghentikannya dilevel daerah dan itu sangat kita sayangkan, " jelasnya.


Lanjut Frans Dodi, masyarakat dampingan dia sangat mengecam tindakan refresif yang dilakukan oleh PT. WKS terhadap kegiatan penggusuran, dan meminta kepada pemerintah agar segera melaksanakan reforma agraria sejati di Propinsi Jambi sebagai jalan penyelesaian konflik tenurial di Jambi.


"Sampai hari ini (Selasa,13/10/20) alat berat masih beraktifitas melakukan penggusuran besar-besaran terhadap lahan lahan warga, dan dikawal oleh oknum aparat," tutupnya. (wan)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini