-->

Menu Bawah

Iklan

Lima Hari Mengikuti Pelatihan, SAD Berharap Punya Bengkel Sendiri

Portal Tebo
29/11/20, 21:40 WIB Last Updated 2020-11-29T14:40:03Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Pelatihan las dan bengkal sepeda motor bersama Suku Anak Dalam (SAD) di pemukiman SAD kelompok Temenggung Apung, Simpang Stop Desa Muara Kilis Kacamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, telah selesai dilaksanakan, Minggu (29/11).


Pelatihan yang digelar selama lima  hari empat malam ini, dirasa sangat bermanfaat bagi SAD di sana. Pasalnya, selain mendapatkan keterampilan mengelas dan memperbaiki sepeda motor, SAD bisa bangkit dari Pandemi. 


"Alhamdulillah, pelatihan bersama SAD telah selesai dilaksanakan. Mereka semangat mengikuti semua materi pelatihan," kata Ketua Yayasan Orang Rimbo kito (ORIK), Ahmad Firdaus. 


Firdaus berkata, beberapa bulan yang lalu SAD kelompok Temenggung Apung sempat melangun (berpidah) karena takut tertular virus Corona atau Covid-19. Sebab tidak jauh dari pemukiman mereka ada warga yang meninggal dunia dengan status positif Covid-19.


"warga positif tersebut dimakamkan tidak jauh dari lokasi pemukiman SAD kelompok Temenggung Apung. Jadi mereka ketakutan tertular virus tersebut, makanya semua pergi meninggalkan rumahnya," ujar Firdaus. 


Sesuai tradisi SAD kata Firdaus lagi, jika ada musibah atau ada penyakit menular yang membahayakan, mereka langsung menjaga jarak. Ini mereka namakan dengan istilah sesandingan atau sesadingon.


Tidak itu saja, jika kondisi semakin parah dan sangat mengancam, mereka langsung meninggalkan lokasi tersebut untuk beberapa bulan kedepan. Dalam tradisi mereka, itu disebut melangun.


"Kalau dahulu sampai bertahun-tahun. Kalau sekarang hanya beberapa bulan saja, bahkan ada yang cuma beberapa minggu saja. Sebab hutan tempat mereka melangun sudah sangat sempit," jelas Firdaus. 


Awal kembali dari melangun, SAD kelompok Temenggung Apung sempat bingung. Sebab mereka harus mengawali hidup tanpa ada kegiatan," makanya kita gelar kegiatan pelatihan ini agar mereka kembali bersemangat. Alhamdulillah, mereka semua semangat, bahkan minta pelatihan ini diperpanjang," kata Firdaus lagi. 


Diakuinya, memang tidak cukup waktu lima hari empat malam untuk pelatihan las dan bengkel motor hingga mahir. Namun setidaknya dengan pelatihan yang dilaksanakan bisa membangkitkan kembali gairah SAD untuk kembali beraktivitas," paling tidak jika ada kerusakan ringan, mereka sudah bisa memperbaiki sepeda motor mereka sendiri," uajrnya.


Anak Temenggung Apung, Malenggang mengaku banyak pengetahuan dan keterampilan yang didapat selama mengikuti pelatihan, terutama pengetahuan dan keterampilan merawat dan memperbaiki sepeda motor. 

Selama ini kata dia, jika ada sepeda motor yang rusak terpaksa harus diperbaiki ke luar. Jarak dari pemukiman mereka ke luat (bengkel motor) sekitat 3 jam perjalanan.


"sekarang kami mulai sedikit mengerti cara merawat dan memperbaiki motor yang rusak. Mudah-mudahan kami tidak bisa lagi dibodoh-bodohi jika memperbaiki motor di luar," kata Malenggang yang ikut langsung dalam pelatihan itu. 


Malenggang berharap kedepanya bisa dibangun bengkel motor di kawasan pemukiman mereka. Tujuannya, selain tempat untuk berkreasi juga sebagai tempat untuk berusaha.


"Jika ada bengkel sendiri paling tidak kalau ada motor yang rusak bisa diperbaiki sendiri. Mana tahu ini juga bisa jadi pekerjaan baru bagi kami di sini," kata dia berharap. 


Diketahui, pelatihan Las dan Bengkel Motor ini diikuti Suku Anak Dalam (SAD) dari tiga kelompok yakni, kelompok Temenggung Apung, kelompok Temenggung Tupang Besak dan kelompok Temenggung Ngadap. Pelatihan ini diinisiasi oleh Yayasan ORIK binaan Kejari Tebo bekerjsama dengan Komunitas Kolaborasi. Pada pelaksanaannya melibatkan instruktur dari club motor dan sejumlah komunitas yang berada dan beraktivitas di Tebo. (red) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini