-->

Menu Bawah

Iklan

Tebo Tolak Konsep Revolusi Akhlak

Portal Tebo
11/12/20, 10:34 WIB Last Updated 2020-12-11T03:34:58Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Bertempat di GLD Caffe jalan lintas Tebo - Bungo KM.04 Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, sebanyak 50 peserta yang mengatas namakan Aliansi Rakyat Tebo Cinta Damai mengadakan Focus Group Discussion (FGD), (Rabu,10/12/20). FGD ini mengedepankan tema menolak konsep Revolusi akhlak yang dinilai melunturkan rasa nasionalisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di Kabupaten Tebo.


Pada kegiatan FGD ini menghadirkan 2 orang narasumber diantaranya Fadlin Hafizi, Ketua GP Ansor Tebo dan Oktaviandi Mukhlis, aktifis atau tokoh Pemuda Tebo. Keduanya menyampaikan pemahaman tentang konsep-konsep bernegara dan nasionalisme kebangsaan.


Fadlin Hafizi mengatakan, konsep revolusi akhlak dinilai sebagai provokasi untuk memecah belah umat dalam menjaga persatuan dan nasionalisme Pancasila sebagai Landasan Dasar NKRI di Indonesia, khususnya  di Kabupaten Tebo," sampai saat ini kita tidak memahami definisi revolusi Ahlaq yang disampaikan oleh Rizieq Shihab, " kata dia.


Kepada masyarakat Tebo, dia mengatakan jangan terpengaruh dengan organisasi yang memiliki kekuatan yang menjual agama, atau yang menggunakan agama untuk mempengaruhi masyarakat sehingga menjadikan persoalan di Indonesia," kita mendukung TNI Polri untuk menindak pelaku kerusuhan yang membuat pergerakan yang melanggar hukum," kata Fadlin lagi.


Terakhir, Fadlin menyampaikan sangat berharap Embrio pemahaman yang dapat memprovokasi perpecahan dan kekerasan di Indonesia yang disampaikan Rizieq Shihab, dapat ditangkis di Kabupaten Tebo.


Oktaviandi Mukhlis, selaku narasumber kedua dalam narasinya mengatakan bahwa, perdebatan soal negara dan agama sudah selesai sejak jaman pra kemerdekaan. Dimana kata dia, masyarakat hidup dalam keanekaragaman, tidak ada lagi membahas perbedaan agama dan semua agama dan status sosial sama dimata negara.


Dia mengajak masyarakat Tebo agar cinta NKRI dan tidak terpengaruh narasi revolusi Akhlak yang disampaikan Rizieq Shihab tidak memecah belah umat," khususnya ditengah pandemi saat ini," kata dia.


Pantauan media ini, setelah paparan 2 orang narasumber dan dilanjutkan dengan sesi diskusi, akhirnya FGD tersebut bersepakat untuk deklarasi menolak konsep revolusi akhlak yang dinilai melunturkan rasa nasionalisme kebangsaan khususnya di Kabupaten Tebo, dan narasi narasi yang dapat memecah belah NKRI, serta mendukung TNI Polri dalam menegakkan hukum terhadap pelanggar Protokol Kesehatan kepada siapapun di tengah Pandemi Covid 19. (wan) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini