-->

Menu Bawah

Iklan

Diduga Gelapkan Dana Miliaran Rupiah, Mantan Pengurus Koperasi Benteng Kurung Dilaporkan ke Polres Tebo

Portal Tebo
21/01/21, 16:58 WIB Last Updated 2021-01-21T10:00:19Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id – Mantan pengurus koperasi Benteng Kurung desa Balai Rajo Kecamatan VII Koto Ilir Kabupaten Tebo, dilaporkan ke Polres Tebo atas dugaan penggelapan dana sekitar Rp4,7 miliar lebih. Pelapor yakni ketua koperasi tersebut, H M Nuri T. Hal ini disampaikan langsung oleh kuasa hukumnya, Frandy Septior Nababan, SH saat konfrensi pers di rumah makan sate Ayang Kecamatan Tebo Tengah, Kamis (21/01/2021).


Frandy Septior Nababan menjelaskan, mantan pengurus koperasi Benteng Kurung yang dilaporkan adalah, Warman, Andri Amil dan Jasril. Warman merupakan ketua  koperasi Benteng Kurung priode tahun 2016, Andri Amil ketua koperasi priode 2017-2019, dan Jasril adalah bendahara kperasi priode 2016-2019,“ Kita laporkan ke Polres Tebo pada Senin (02/11/2020) lalu dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor : STTLP/B-60/XI/2020/JAMBI/RES TEBO/SPKT,” ujar Frandy dan berkata bahwa dugaan penggelapan dana koperasi tersebut tidak saja dilaporkan kepada Polres Tebo, namun dilaporkan juga kepada Bupati Tebo. 


Dijelaskan Frandy, keputusan untuk melaporkan mantan pengurus koperasi tersebut sesuai hasil Rapat Anggota Tahunan bahwa, pengurus koperasi priode 2017-2019 (terlapor) diminta untuk menyerahkan asset dan kas koperasi kepada pengurus baru (pelapor) selambat-lambatnya tanggal 31 Oktober 2020. Namun pertanggungjawaban yang diserahkan tidak sesuai dengan data fisik sebagaimana yang tertulis dalam laporan pertanggungjawaban.


Agar tidak menduga-duga, pelapor meminta kepada Badan Pengawas Koperasi tahun 2020 untuk melakukan pemeriksaan keuangan terkait dana koperasi tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ternyata telah terjadi penggelapan dana dan asset Koperasi Benteng Kurung yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp3,4 miliar lebih. Kemudian kerugian pada neraca per 31 Desember 2019 sebesar Rp1,3 miliar lebih,” jadi dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh terlapor diperkirakan lebih dari Rp4,7 meliar,” ujarnya.


Diketahui kata Frandy, salah satu unit usaha koperasi Benteng Kurung adalah jasa angkutan penyeberangan dengan mengunakan unit Usaha Tongkang (Ponton). Usaha ini sebelumnya berjalan lancer dan tanpa kendala. Usaha yang dijalankan ini sangat menguntungkan bagi pengurus koperasi, bahan pihak desa. Pasalnya, 35 persen dari keuntungan usaha tersebut diserahkan ke desa.


Namun lanjut dia, sejak tahun 2017 lalu Jasa Angkutan unit Tongkang milik Koperasi ini tidak lagi bisa menjalankan usaha jasa penyebrangan. Sebab ada pemberhentian secara sepihak oleh Pemerintah Desa Balai Rajo. Disaat yang sama pihak desa membentuk BUMDes yang memiliki jenis usaha serupa yakni jasa penyebrangan dengan memakai unit usaha Tongkang. Mirisnya lagi, dalam menjalankan usahanya, Pemerintah Desa menyewa tongkang untuk penyeberangan sebesar Rp100 juta per bulan,” saat ini usaha tongkang penyeberangan kami tidak berjalan lagi. Sudah beberapa bulan ini tongkang yang menjadi usaha adalan koperasi tidak beroperasi karena pihak desa telah membuka usaha yang sama,” kata Frandy.


Untuk itu, Frandy minta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas dugaan penggelapan dana yang dilakukan oleh mantan pengurus koperasi Benteng Kurung priode 2016-2019,” kepada bapak bupati Tebo, kami minta perlindungan hukum serta tindakan tegas kepada pemerintah Desa Terkhususnya  Kepala Desa Balai Rajo untuk tidak menghalangi unit usaha koperasi benteng kurung, sehingga koperasi ini kembali bisa mengoperasikan Jasa Angkutan yang menjadi salah satu sumber utama kegiatan koperasi yang saat ini harus terhenti. Dan Mohon perlindungan hukum agar klien kami tidak mendapatkan tindakan diskriminasi  dari Pemerintah Desa Balai Rajo dan anggota BUMDes yang menjalankan jasa angkutan serupa,” pungkasnya. (red)
Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini