-->

Menu Bawah

Iklan

Pegiat Bonsai: Jangan Rusak Ekosistem Hutan!

Portal Tebo
28/02/21, 16:46 WIB Last Updated 2021-02-28T13:33:23Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Bonsai! Sebuah fenomena yang sedang digandrungi sampai saat ini oleh khalayak ramai termasuk penulis sendiri. Tanaman khas yang memiliki nilai seni tersendiri sekaligus bernilai ekonomis tinggi bagi pegiat usaha tanaman yang satu ini. 


Di Marketplace, harga pasaran Bonsai bervariasi. Ada yang bernilai jutaan, ratusan bahkan sampai miliaran rupiah. Anda boleh percaya atau tidak?


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, bonsai mempunyai makna tumbuhan kerdil, diperoleh dengan menanamnya dalam pot dengan cara tertentu (pot dangkal, pemangkasan akar dan cabang, pemupukan terkendali, dan sebagainya) tanaman yang dikerdilkan.


Bicara tentang bonsai, Ketua Perkumpulan Penggemar Bongsai Indonesia (PPBI) Cabang Kabupaten Tebo, Oni Suryono mengatakan bahwa, “bonsai adalah tanaman yang berbatang keras, yang memang dipaksa dikerdilkan sampai ke daun-daunnya. Lalu diikuti dengan inspirasi meliuk-liukkan batang,” ujar pria yang akrab disapa Kang Oni itu pada Minggu 28 Februari 2021.


Faktanya, mengingat harga bonsai yang bernilai tinggi, masyarakat sering kali mencari jalan pintas dengan cara mengambil bakal bonsai di hutan. Padahal dampaknya akan merusak ekosistem hutan tersebut.


Hal senada juga diutarakan Sekretaris PPBI Cabang Kabupaten Tebo, M Jauhar sekaligus pemilik galeri ‘Bonsai Wong Ndeso’. ”Bonsai itu sendiri dihargai karena nilai seni yang dibentuk sedemikian rupa yang tentunya akan memakan waktu yang sangat lama,” ujarnya. 


Pria yang akrab dipanggil Bang Jo memberikan saran untuk tidak mengambil bakal bonsai di hutan. Hal tersebut akan merusak ekosistem hutan. Akibatnya, akan menurunkan nilai jual bonsai tersebut apabila salah dalam memotong bakal bonsai. (red/yud)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini