-->

Menu Bawah

Iklan

SELAMATKAN DUNIA DAN AKHIRAT DENGAN ILMU

Portal Tebo
25/02/21, 12:48 WIB Last Updated 2021-02-25T05:48:55Z
masukkan script iklan disini


Oleh: Muhammad Faza Aulia Aldrien,
Pelajar Nurul Ilmi Jambi


Pertama sekali dan yang paling utama  diucapkan adalah “hamdalah” yang saya patri dèngan adagium Arab yang sangat populer dan menyintuh hati bagi yang punya hati; menyintuh rasa bagi kita yang serasa; memggugah otak bagi kita yang mau berpikir. Adagium itu adalah: رضيت بالله ربا وبالاسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا وبنور العلم مدرسة sebagai pembuka kata.


Ada dua kata yang tidak pernah terpisah ketika menyebutnya, tidak pernah lupa menyebut yang satu, ketika menyebut yang lain. Ringan di lidah; tapi berat mencapainya. Apakah dua kata itu?. Kata  itu tak lak lain tak bukan ialah “dunia dan akherat”. Bila kita hanya menyebut dunia seakan-akan kita tidak mati buat selamanya. Sebaliknya, bila kita hanya menyebut “akhirat” seolah kita akan mati besok dan berdiam di mesjid saja. 


Makanya, Allah selalu menggandeng dua kata ini berurutan. Agaknya filosofi 2 kata ini sangat dalam, bila dikaitkan dengan  makna seorang hidup, untuk apa dan hendak kemana. Jawabnya sederhana sekali: kita hidup di dunia menuju akhirat. Bukan sebaliknya; hidup dari akhirat menuju dunia. Buktinya, tidak ada  manusia yang setelah mati kembali lagi ke dunia. Yang ada adalah setelah mati dihidupkan Allah kembali tapi berada di akhirat guna mempertanggungjawabkan “ barang pinjaman” dari Allah berupa umur, harta dan lainnua sebagai fasilitas hidup di dunia kemana dan untuk apa digunakan.


Justeru sangat pentingnya  dua keihidupan ini, maka perlu sekali kita hemat, cermat, cerdas memahami dan mengamalkanya agar jangan salah atau bertentangan dengan kehendak Yang Kuasa: diperintahkan ke kanan; tp kita ke kiri. Disuruh beramal shaleh, tapi kita berbuat mungkar; disuruh patuh kepada orang tua; tapi banyak juga diantara yang melawan. 


Agar sukses hidup di dunia dan akhirat  memerlukan alat. Jika kita – umpamanya – ingin mendapatkan buah mangga, persiapkan gala atau “satang” atau pandai memanjat pohon mangga. Begitu juga, untuk sukses dunia dan akhirat diperlukan ‘ilmu yang sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW yang artinya, semuanya harus dicapai dengan ilmu. Tanpa ilmu, sesuatu yang dikerjakan itu, kalau tidak gagal; setidak-tidaknya tidak akan berhasil dengan baik. 


Apalagi sesuatu yang berkaitan dengan akhirat: shalat umpamanya, tidak akan sempurna bahkan bisa ditolak Allah, kalau tidak sempurna syarat dan rukunnya. Syarat dan rukun harus berdasarkan ilmu. Shalat harus beruduk; beruduk ada ilmunya. Bila udhuk tidak sah, maka shalatnya juga tidak sah dan seterusnya.Bila shalat tidak sah, jangan dikira pahalanya untuk Allah. Pahalanya bagi diri sendiri. 


Sebaliknya kalau salah, maka tanggung jawabnya dibebankan kepada si pembuat kesalahan. Apa firman Allah, “Barang siapa yang beramal shaleh adalah pahalanya untuknya; sispa yang berbuat jahat, tanggung jawab kejahatanya  dipundaknya. Makanya menuntut ilmu wajib ‘ain hukumnya


Dari uraian ringkas yang sudah saya sampaikan dapat disimpulkan bahwa kesuksesan hidup dunia dan akhirat dapat dicapai dengan penerapan  ilmu dan sesuai dengan porsinya dan kadar yang mau dicapai Makanya, menuntut ilmu adalah wajib untuk semua orang. Mudah-mudahan ada manfa’atnya, amin. (***)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini