-->

Menu Bawah

Iklan

Batal Bangun RTH, di Pihak Ketigakan Bangun Taman Terpadu Rimbo Bujang

Portal Tebo
12/04/21, 12:23 WIB Last Updated 2021-04-12T05:23:16Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo berencana membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kecamatan Rimbo Bujang. 


Untuk mewujudkan rencana itu, Pemkab Tebo telah membongkar bangunan eks Sekolah Dasar di pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang. Tidak itu saja, sejumlah kios pedagang yang dituding ilegal di area tersebut juga menjadi sasaran pengusuran.


Sayangnya, pembangunan RTH batal dilaksanakan dengan alasan dampak dari mewabahnya virus Corona (Covid-19). Pasalnya, dana dari pemerintah pusat yang digadang-gadangkan oleh Kabid Perdagangan Dinas Prindag Naker Tebo untuk pembiayaan rencana pembangunan RTH itu, tak kunjung mengalir. Akibatnya, lokasi itupun terlantar dan sejumlah pedagang yang kiosnya telah terlanjur digusur semakin merana. Sebab mereka sangat berharap kembali bisa berdagang setelah rencana pembangunan RTH itu terealisasi (dibangun).


Menyikapi ini, Rori salah seorang warga Kecamatan Rimbo Bujang berinisiatif mengelola lokasi rencana pembangunan RTH. Dengan konsep Taman Terpadu, dia yang juga sebagai pihak pengembang mulai membangun sejumlah kios permanen di area itu.


Dengan desain ramah lingkungan dan mempertahankan konsep awal yakni taman terbuka, dia juga mebangun taman di tengah area tersebut. Diperkirakan, lebih dari Rp2 miliar telah habis untuk membangun lokasi itu meski pekerjaan masih jauh dari kata finish (selesai). 


"Kita sudah ada MoU sama Pemda Tebo untuk mengelola lokasi ini," kata Rori saat dikonfirmasi PORTALTEBO.id di lokasi Taman Terpadu.


Diungkapkan Rori, konsep Taman Terpadu yakni di pinggiran area dibangun kios permanen. Nantinya kios tersebut disewakan kepada pedagang per 10 tahun. 


Ditengah area kata dia, dibangun taman yang keseluruhannya ramah lingkungan dan ramah anak. "Di tengah area juga kita bangun panggung pertunjukan terbuka. Nantinya, siapapun boleh mengunakan panggung itu untuk berkreativitas. Intinya taman ini nantinya menjadi salah satu wisata di Tebo yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat," kata dia. 


Ditanya seperti apa MoU dengan Pemkab Tebo? Rori berkata, "Pemkab hanya meminjamkan area (lokasi) dan kita yang membangunnya. Tentunya ada restribusi (PAD) yang kita setor ke Pemda sesuai dengan MoU. Dan MoU ini setiap 5 tahun harus diperpanjang. Artinya ada restribusi lagi yang harus kami setorkan ke Pemda. Jika dalam waktu 5 tahun kami tidak melanjutkan kerjasama ini, maka seluruh bangunan baik kios dan taman akan diambil atau menjadi milik Pemda, "jelas dia mengakhiri. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini