-->

Menu Bawah

Iklan

Ratusan Hewan Liar Ditemukan Mati Serempak, Diduga Karena Keracunan

Portal Tebo
30/05/21, 21:56 WIB Last Updated 2021-05-30T14:56:09Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Masyarakat Hukum Adat Suku Anak Dalam (MHA SAD) kelompok Temenggung Apung di Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, merasa was-was karena banyak menemukan hewan liar tergeletak mati. Ini dikatakan anak Temenggung Apung, Malenggang, Minggu (30/05/2021).


"Yang paling banyak ditemukan bangkai babi, ular dan biawak. Jumlahnya ratusan lebih. Rata-rata lokasinya tidak jauh dari air atau di dipinggir-pinggir sungai," ungkap Malenggang dan mengaku di kebun dia audah bamyak ditemukan bangkai babi. 


"Kalau sekarang ini, jangankan mau ketemu babi. Ketemu jejak babi saja boleh dikatakan tidak ada, " katanya. 


Tidak itu saja, Malenggang, mengaku juga menemukan sejumlah beruang, kijang dan rusa tergeletak mati. "Anehnya. Tidak satupun rajo besak (gajah) dan rajo belang (harimau) yang ditemukan mati," ujarnya. 


Hal yang sama juga dikatakan Ketua Adat MHA SAD Kelompok Temenggung Apung, Sril. Kejadian aneh ini ujar dia, baru pertama kali terjadi. "Anehnya lagi. Dimana ditemukan hewan yang mati, jika kita menangkap ikan di sana dan kita makan, kita langsung (spontan) merasa pusing. Tidak lama langsung jatuh pinsan atau tidak sadarkan diri, " ungkap dia. 


Yang dikhawatirkan katanya, banyak MHA SAD kelompok dia (MHA kelompok Temenggung Apung) yang masih mengandalkan hidup dari hasil hutan. Terkadang mereka berhari-hari mencari hasil hutan di dalam hutan. 


Saat berada di dalam hutan katanya, salah satu sumber makanan yang gampang atau mudah didapat adalah ikan. "Nah kalau sempat termakan ikan dan langsung pinsan, siapa yang menolongnya?" kata dia. 


Sril menduga, kematian hewan-hewan ini akibat rancun. Pasalnya, hampir rata-rata wilayah yang menjadi jelajahan dia ditemukan bangkai hewan. Bangkai hewan yang paling banyak ditemukan di Sungai Landai, Sungai Pedeman, Sungai Manggatal, Sungai Sekalo dan sungai -sungai lainnya. "Pernah saya temukan lebih dari 50 ekor bangkai babi dipinggiran air. Kok bisa matinya serentak seperti habis diracuni saja, " katanya. 


Yang dikhawatirkan lanjut Sril lagi, racun yang menyerang hewan-hewan tersebut juga menyerang atau menular ke manusia. Atau kata dia, hilangnya sumber makanan untuk rajo belang (harimau)," Kalau makanan untuk rajo belang sudah habis, rajo belangnya mau cari makan dimana lagi. Ya, ujung-ujungnya bakal masuk kampung untuk mencari makan," ujarnya.


Untuk itu, Sril dan MHA SAD Kelompok Temenggung Apung minta kepada intansi terkait untuk mencari solusi dan mencari penyebab mengapa banyak ditemukan hewan liar bergelimpangan mati. Jangan sampai kejadian aneh ini berdampak kepada mereka yang berada di pinggiran hutan. "Kami sudah sangat kawatir dengan kejadian ini, " katanya. (red) 

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini