-->

Menu Bawah

Iklan

Warga Desa Suo-Suo Keluhkan Jalan Rusak, Diduga Akibat Mobil Angkutan Batubara

Portal Tebo
04/05/21, 04:38 WIB Last Updated 2021-05-03T21:38:28Z
masukkan script iklan disini




PORTALTEBO.id - Masyarakat Desa Suo Suo Kecamatan Sumay, mengeluhkan kondisi jalan di desa mereka yang tak kunjung diperbaiki. Pasalnya, akses jalan tersebut merupakan satu-satu jalan yang menghubungkan Desa Suo Suo menuju Kecamatan maupun ke pusat Pemerintahan yang kondisinya masih jalan tanah dan berlumpur.


Informasi dan pantauan media ini, kondisi jalan yang tidak layak tersebut diperkirakan sudah terjadi sujak puluhan tahun yang lalu, namun belum tersentuh peningkatan atau perbaikan.


Mirisnya, meski kondisi jalan tanah tersebut rusak dan berlubang namun kerap dilalui kendaraan angkutan batubara 


Hal ini sangat dikeluhkan oleh warga setempat. Seperti yang diutarakan oleh Safii. Dia merasa sangat kecewa terhadap perusahaan dan pemerintah yang terkesan membiarkan kondisi jalan tersebut rusak. "Kami berharap jalan ini cepat diperbaiki dan dapat dilakukan pengerasan," kata dia. 


Safii mengaku jika selama ini masyarakat hanya dijanjikan oleh pemerintah dan perusahaan terkait perbaikan jalan tersebut. Namun hingga saat ini kerusakan jalan tak kunjung diperbaiki. 


“Kalau jalan ini bagus sangat berdampak baik pada masyarakat. Setidaknya masyarakat lancar mengangkut hasil pertanian, dan yang mengantar anak ke sekolah pun aman tanpa hambatan," kata Safii. 


Dia mengungkapkan jika pihak perusahaan memang sering lalukan perbaikan jalan, namun hanya sebatas meratakan jalan yang berlubang saja. Itupun katena bekas mobil perusahaan yang terjebak lumpur, "Yang kita minta perusahaan dan pemerintah lakukan pengerasan," tegasnya.


Hal senada disampaikan Fahlevi, Ketua Komisi III DPRD Tebo. Dia mengharapkan supaya program-program yang dicanangkan oleh perusahaan dan pemerintah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran dan tidak asal-asalan. Terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan program jangka panjang yang menjadi prioritas pemerintah.


"Kita minta perusahaan perhatikan kondisi jalan. Harus sampai kapan infrastruktur di desa dibiarkan tak terurus seperti ini. Padahal ini Desa Kawasan Tambang. Saya minta kepada perusahaan tambang agar memperhatikan kondisi jalan itu. Kita ingin jalan yang bagus seperti di desa-desa yang lain,” harapnya.


Lanjut Fahlevi, dalam waktu dekat pihaknya akan lakukan monitoring di kawasan Desa Tambang.

“Kita akan tampung keluhan masyarakat sekitar tambang. Kalau memang hanya berdampak buruk bagi masyarakat, kita akan usulkan tambang ini di tutup,” pungkasnya. (red) 


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini