-->

Menu Bawah

Iklan

Coronavirus Sama Dengan Covid-19?

Portal Tebo
28/06/21, 09:33 WIB Last Updated 2021-06-28T03:18:52Z
masukkan script iklan disini


Bahwasanya
 Coronavirus memang telah lama ada keberadaannya dan menjadi salah satu agen penyebab penyakit pada sistem pernapasan. Lalu apakah Coronavirus sama dengan COVID-19?


Jawabannya Coronavirus dan Covid-19 itu berbeda. 


Perbedaannya berkaitan dengan kata kunci dari sifat virus. Dalam kajian Biologinya bahwasanya virus itu dapat mengalami mutasi genetik. 


Begitu juga dengan Coronavirus dia mampu bermutasi menjadi jenis baru, diantarnya yang kita kenal adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) pada tahun 2002 dan virus penyebab Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) pada tahun 2012. Meski disebabkan oleh virus dari kelompok yang sama, yaitu Coronavirus. Pada banyak kasus keduanya diidentifikasi dengan gejala infeksi saluran pernapasan ringan seperti flu.


Hingga akhirnya ilmuwan dapat menemukan jenis baru dari Coronavirus yang bermutasi pada inang (mahluk hidup terinverksi), dimana dapat mengalami gejala Pneumonia di Wuhan pada tahun 2019 lalu.


Pneumonia adalah Infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan. Pada pneumonia, kantung udara bisa berisi cairan atau nanah. Infeksi dapat mengancam nyawa siapa pun, terutama pada bayi, anak-anak, dan lansia di atas 65 tahun.


Selain itu Coronavirus yang ditemukan ini ternyata juga memiliki beberapa perbedaan dengan Coronavirus jenis SARS dan MERS, antara lain dalam hal *kecepatan penyebaran dan keparahan gejala*.


Hal demikian diidentifiksi Coronavirus yang ditemukan di Wuhan ini merupakan jenis virus RNA. Dalam kajian ilmu Biologi lagi, diketahui bahwasanya ada dua tipe virus yaitu virus RNA dan virus DNA. virus RNA bermutasi lebih cepat dibandingkan virus DNA sehingga memunculkan tipe baru yang tidak dapat diatasi dengan cepat oleh sistem imun inang mereka.


Lebih lanjut, terkait dengan Coronavirus yang ditemukan di Wuhan ini, dijelaskan dalam informasi sebuah jurnal bernama Journal of Tropical Medicine and Hygiene. Menjelaskan bahwasanya Coronavirus ini tercipta dari sidik jari genetik atau urutan genetik yang 'direkayasa' dari Coronasvirus yang sudah ada sebelumnya. Dalam arti Coronavirus telah bermutasi sebagai *galur baru* yang kemudian diberi nama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau disingkat SARS-CoV-2. 


Dari banyak informasi yang diterima, Sejak kemunculannya SARS-CoV-2 di Wuhan tahun 2019 lalu. SARS-CoV-2 sempat menyandang nama sementara 2019-nCoV atau Novel Coronavirus, kini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan nama resminya yaitu COVID-19. 


COVID-19 adalah singkatan dari kata 'corona', 'virus', dan 'disease'. Sedangkan angka 19 mewakili tahun saat penyakit itu ditemukan yakni akhir 2019.


Pengobatan COVID-19, belum ada obat yang benar-benar efektif untuk mengatasi infeksi COVID-19. Pilihan pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahannya. 


Beberapa pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala akan di sarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri di rumah sambil tetap melakukan langkah pencegahan penyebaran infeksi COVID-19.


Pencegahan yang efektif adalah dengan mentaati protokol kesehatan 5 M. 5 M adalah Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.


Penulis: Jusbianto, S.Pt.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Pendamping Desa Berdaya Desa Sumbersari.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini