-->

Menu Bawah

Iklan

Sejumlah Aktivis Pertanyakan Rencana Peminjaman Dana PEN

Portal Tebo
19/07/21, 18:11 WIB Last Updated 2021-07-19T11:11:40Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id
-  Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPT) Tebo, LSM Pekat IB dan LSM Inakor melakukan audiensi guna mempertanyakan transparansi  rencana Pinjaman Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Tebo yang di fasilitas oleh DPRD Kabupaten Tebo, Senin (19/07/21).


Bertempat di ruang Banggar DPRD Kabupaten Tebo, Sejumlah aktivis tersebut disambut langsung oleh ke tiga pimpinan DPRD Kabupaten Tebo beserta Anggota Komisi I dan Komisi II. Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Mazlan.S.Kom.


Pantauan media ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Tebo, Drs.Teguh Arhadi, MM yang juga hadir pada pertemuan tersebut. Dia menyampaikan bahwa pengajuan dana pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan disesuaikan skala prioritas, dan pelaksanaannya nanti dikerjakan dengan metode multi years.


"Pada prinsipnya pengajuan Dana PEN ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tebo. Jika hanya mengandalkan kemampuan APBD Kabupaten Tebo saja, tentunya pembangunan infrastruktur bagi daerah yang tertinggal seperti dua Kecamatan yaitu Kecamatan Muara Tabir dan Kecamatan Serai Serumpun akan bisa mengejar ketertinggalannya, " jelas Teguh Arhadi.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Bakeuda Kabupaten Tebo, Nazar Efendi, SE.MM mengatakan, pinjaman dana PEN sebesar 150 Miliar ini baru sebatas Pengajuan. Namun kata dia, pengajuan ini belum tentu disetujui.


"Jika pun disetujui, penggunaannya hanya untuk pembiayaan kegiatan insfratruktur," saja,dan tidak boleh di alokasikan untuk kegiatan lain diluar itu, " jelas Nazar.


Nazar menjelaskan, skala prioritas pembangunan infrastruktur terfokus kepada dua kecamatan yaitu, Kecamatan Muara Tabir dan Kecamatan Serai Serumpun. Hal ini dengan pertimbangan dua kecamatan tersebut dianggap sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur dan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat disana.


"Penggunaan dana PEN ini harus memperhatikan aspek ekonomi, seperti harus memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan penggunaan material dari daerah lokal sehingga dapat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi masyarakat," ujarnya.


Koordinator AMPT, Rido Iskandar saat di wawancarai media ini mengatakan, pada prinsipnya mereka sangat mendukung program ini," kami menghimbau kepada rekan-rekan lembaga dan LSM lainnya kedepan agar dapat mengawasi penggunaan Dana PEN ini sesuai dengan pengalokasian nya, " tutup Rido. (wan)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini

NEWS

+