-->

Menu Bawah

Iklan

Tebo Targetkan 1000 Pekebun Mendapatkan STDB

Portal Tebo
30/07/21, 13:09 WIB Last Updated 2021-07-30T06:09:28Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo melalui Dinas Perkebunan, Peternakan Dan Perikanan, menargetkan 1000 pekebun di Tebo mendapatkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB). Ini dikatakan  

 Kepaala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Tebo, Casdari, Jumat (30/07/2021).


"STDB diterbitkan setelah ada usulan dari pekebun yang memiliki lahan kurang dari 25 hektare," kata Casdari di ruang kantornya.


Dia berkata, STDB merupakan bukti administrasi legal posisi lahan pekebun. Menurut dia, STDB memberikan banyak keuntungan bagi pekebun diantaranya, sebagai syarat untuk mendapatkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau replanting, persyaratan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), juga sebagai kelengkapan untuk mendapatkan bantuan APBN atau pendanaan lainnya.


"Bagitu juga untuk mendapatkan sarana dan prasarana (Sapras) seperti jalan perkebunan, jalan produksi dan lain sebagainya, salah satu syarat harus memiliki STDB," ucap dia.


Cara untuk mengurus STDB kata Casdari, pekebun mengajukan permohonan usulan STDB yang disampaikan kepada Dinas Perkebunan, Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Tebo. Luas kebun yang diusulkan maksimal 25 hektar yang telah memiliki legalitas kepemilikan.


"Pada permohonan dilampirkan foto copy KTP dan foto copy sertifikat lahan atau tanda bukti atau legalitas kepemilikan lahan," kataknya.


Setelah diusulkan, kata Casdari, petugasnya akan melakukan verifıkasi dan diproses sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah. "Untuk lahan atau kebun yang berada dalam areal kawasan hutan tidak dapat diterbitkan STBDnya," tegas dia.


Casdari mengungkapkan, tahun 2019 lalu pihaknya telah menerbitkan 300 STDB. Waktu itu pengurusan STDB di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Tebo melalui Online Single Submission (OSS).


Karena kepengurusan STDB dianggap rancu, kemudian pemerintah merubah kebijakan dan saat ini pengurusan STDB langsung ke dinas yang bersangkutan, yakni Dinas Perkebunan Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Tebo.


"Karena aturan pengurusan STDB masih rancu, tahun 2020 kemarin kita sama sekali tidak menerbitkan STDB. Tahun 2021 ini kita mulai lagi dengan target 1000 STDB. Jumlah tersebut tidak terfokus pada satu tempat dan satu jenis tanaman saja," kata dia.


Untuk mencapai target tersebut, Casdari mengaku telah bekerja sama dengan lembaga Setara. Sasaranya adalah pekebun sawit. "Kita suda melakukan sosialisasi terkait STDB ini. Mudah-mudahan masyarakat khususnya pekebun mau mengurus STDB," bilang dia.


Terakhir, Casdari mengatakan, bagi masyarakat atau pekebun yang masih ragu dalam mengurus atau mengusulkan STDB, bisa langsung konsultasi dengan petugas di Dinas Perkebunan Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Tebo.


" Yang jelas STDB sangat bermanfaat. Cara untuk mengurus yakni, pekebun mengajukan permohonan lengkap dengan syarat yang telah ditetapkan ke Dinas Perkebunan Peternakan Dan Perikanan Kabupaten Tebo. Kemudian petugas melakukan verifikasi dan turun ke lokasi yang diusulkan untuk melakukan pengukuran," tukasnya. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini