-->

Menu Bawah

Iklan

Keluarga Pelaku PETI Merasa Ditipu Oknum Pengurus APRI Tebo

Portal Tebo
06/08/21, 17:35 WIB Last Updated 2021-08-06T10:35:16Z
masukkan script iklan disini
Ilustrasi/Net


PORTALTEBO.id - Keluarga Japri Sakel merasa ditipu oleh oknum pengurus Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kabupaten Tebo. Ini disampaikan langsung oleh Ahmad Yani, kakak kandung tersangka pelaku Penambang Emas Ilegal (PETI) yang diamankan Polres Tebo, beberapa waktu yang lalu.


"Kami merasa tertipu oleh oknum pengurus APRI Tebo," kata Ahmad Yani, menyampaikan hak jawab yang disampaikan secara lisan kepada PORTALTEBO.id, Jumat kemarin (06/08/2021).


Hak koreksi yang disampaikan ini terkait klarifikasi berita Hak Jawab DPC APRI Tebo Atas Pemberitaan "Pelaku Mengaku Jual Emas Hasil PETI ke APRI". Menurut dia, ada beberapa kalimat di berita Hak Jawab tersebut dianggap tidak sesuai fakta.

 

Sebelumnya, kata dia, adiknya itu bergabung dalam anggota APRI Kabupaten Tebo hingga akhirnya dipercaya sebagai Ketua Kelompok Responsible Mining Community (RMC) Usaha Berkat dibawah naungan APRI Kabupaten Tebo.


Tidak itu saja, adiknya tersebut juga mendapatkan Sertifikat Anggota UMK APRI yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat APRI dan ditandatangani oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APRI, Ir Gatot Sugiharto. Sertifikat ini diterbitkan pada tanggal 15 April 2021 dan berakhir pada tanggal 14 April 2022.


Selama bergabung menjadi anggota APRI dan memiliki Sertifikat Anggota UMK APRI, adiknya itu diiming-imingi oleh oknum pengurus APRI Tebo soal keamanan dan kenyamanan kerja.


Atas dasar itu lanjut dia, adiknya melakukan kegiatan pembelian dan pengolahan emas dari hasil penambangan emas tanpa izin (PETI) atau dompeng.


Yang disesalkan Yani, beberapa bulan yang lalu adiknya itu ditangkap pihak kepolisian saat mengolah emas, dan sampai sekarang kasusnya terus berlanjut.


"Katanya kalau masuk dalam anggota APRI dapat jaminan keamanan dan kenyamanan. Kok adik saya ditangkap," katanya.


Begitu adiknya ditangkap, lanjut dia, beberapa orang oknum pengurus APRI Tebo menjumpai dirinya. Mereka berjanji akan mengurus adiknya itu hingga bebas.


Namun dalam kepengurusan itu, dirinya diminta biaya sebesar Rp20 juta dengan alasan untuk mengurus adiknya ke APRI Pusat. Oknum Pengurus APRI tersebut juga minta agar dia mengajukan praperadilan atas penangkapan adiknya itu.


Karena panik dan belum bisa berpikir normal, Ahmad Yani mengikut saja. Dia langsung menyerahkan uang  sesuai permintaan oknum Pengurus APRI tersebut.


"Katanya kalau dipraperadilkan, dalam seminggu adik saya bisa bebas (keluar). Nyatanya, ini sudah dua bulan lebih, adik saya belum juga bebas. Bahkan kasusnya naik ke kejaksaan," katanya.


Terkait biaya yang telah diserahkan sebanyak Rp20 juta, baru dikembangkan sebesar Rp5 juta lebih yakni, pada minggu pertama dibayar Rp5 juta dan Minggu kedua dibayar Rp490.000.- dan ditambah Rp270.000.- "Katanya ada iuran mingguan dan bulanan. Iuran ini gunanya untuk mengurus anggota bila terkena masalah. Kok ini malah uang saya untuk mengurusnya. Bahkan saya juga yang menanggung biaya pengacara yang mendampingi adik saya, mulai dari transportasi, penginapan dan makannya. Terus duit sumbangan yang selama ini kemana," kata dia.


Diakui Yani, persoalan uang tersebut pernah dia utarakan dalam group WhatsApp APRI Tebo. Sempat beberapa kali terjadi perdebatan didalam group. Namun akhirnya, dia bersama adiknya Japri Sakel dan keponakannya, Comel dikeluarkan dari anggota group itu. "Sekarang saya tidak tahu lagi harus menghubungi siapa. Nomor oknum pengurus APRI itu sudah tidak bisa lagi dihubungi. Mungkin nomor saya sudah diblokinya," ungkap dia.


Atas permasalahan ini, Yani mengaku pasrah. Dia menyerahkan kasus yang menjerat adiknya itu ke pihak penegak hukum. Dia juga mengaku telah menarik praperadilan terkait penangkapan adiknya itu.


"Sekarang saya pasrah. Saya percaya pihak penegak hukum adil dalam menyikapi kasus adik saya," pungkasnya. (red)

Komentar

Tampilkan

1 komentar:

  1. Ini ibarat kan seperti memainan kn permainan wayang...wayng2 nya yg lh yg akan di jadi kn korban sedang kn dalang ny slu selamat karna dia sudah tau alur cerita nya harus berakhir semesti yg ia ingn kn..,.lagi pula hukum di negara kita ini ibarat kan seperti benang basah yg tak kn pernh tegak lurus..

    BalasHapus

Terkini