-->

Menu Bawah

Iklan

Limbah Diduga Cemari Sungai Batang Sumay, LP2LH Bakal Somasi PT. RAU

Portal Tebo
15/08/21, 22:58 WIB Last Updated 2021-08-15T15:58:58Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id - Ketua Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Hary Irawan mengutuk keras aktifias pabrik PT. Rigunas Agri Utama yang diduga kembali mencemari Sungai Batang Sumay, di Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo.


Dia mengaku sangat menyayangkan atas terjadinya perubahan warna di bantaran sungai Batang Sumay yang ia ketahui dari unggahan Video berdurasi sekitar 29 detik ke media sosial Facebook. Video itu di unggah oleh akun Gery Firmansyah di laman Group Facebook PORTALTEBO pada Rabu, 11 Agustus 2021.


Hary juga mengaku, usai melihat video tersebut, dia langsung turun ke lokasi sungai yang dimaksud, "Saya langsung turun ke Sungai Batang Sumay di Desa Tuo Sumay, dan memang kondisinya masih keruh tidak sehitam pada Rabu lalu, namun masih terdapat bekas hitam di sepanjang tepian sungai", kata Hary Irawan.


Hary berkata, dia sempat meminta keterangan dari beberapa warga dan mengambil beberapa dokumentasi.


Karena masih penasaran, hari ini Minggu,15/08/21), Hary bersama tim kembali mendatangi Sungai Batang Sumay. Hal ini dilakukan untuk mendalami informasi terkait limbah yang diduga telah mencemari sungai itu.


Hasilnya, dia masih menemukan limbah yang mencemari air Anak Sungai Lauan yang mana alirannya langsung menuju ke Sungai Batang Sumay.


"Kondisi yang saya lihat sangat menyedihkan, anak Sungai Lauan sudah sangat tercemar, terlihat jelas warna air menghitam, dan itu bukan hanya disatu titik, namun dibeberapa titik," kata Hary.


Tak hanya itu, kata Hary, dia menemukan sejumlah warga sekitar yang terkena dampak langsung atas pencemaran tersebut. "Warga ingin hal ini disampaikan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Tebo," ujarnya.


Atas temuan itu, Hary bakal somasi pihak perusahaan dalam hal ini PT. RAU. Pasalnya, dia menduga limbah yang mencemari air sungai itu berasal dari perusahaan tersebut.


"Ini sudah sangat kelewatan. Yang jelas, saya akan menggunakan hak organisasi saya sesuai dengan Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 92," tutupnya. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini