-->

Menu Bawah

Iklan

Polres Tebo Tindak Lanjut Laporan Dugaan Penyalahgunaan DD Pagar Puding

Portal Tebo
09/08/21, 19:58 WIB Last Updated 2021-08-09T12:58:43Z
masukkan script iklan disini

PORTALTEBO.id - Perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, mendatangi Mako Polres Tebo, Senin (09/08/21).


Kedatangan perwakilan masyarakat ini untuk menanyakan laporan terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) Pagar Puding yang telah dilimpahkan oleh Inspektorat Kabupaten Tebo ke pihak Polres Tebo.


Hal ini dibenarkan oleh Jupri Husnadi, salah seorang perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding, "Hari ini sayo dan beberapa orang tuo tuo dari Desa Pagar Puding sengaja mendatangi kantor Polres Tebo. Kami mau mastikan jika hasil keterangan Inspektorat jika laporan kami terkait dugaan penyalahgunaan DD Pagar Puding sudah dilimpahkan ke Polres Tebo," kata Jufri kepada PORTALTEBO.id, Senin (09/08/2021).


Alhamdulillah, kata Jufri, kedatangan mereka disambut baik oleh Kapolres Tebo melalui Unit Tipikor. Hasil pertemuan kata dia, pihak Polres Tebo sangat kooperatif dalam menyikapi persoalan ini, "Saya berharap jika laporan kami ditindaklanjuti sesuai aturan dan hukum yang berlaku," tukasnya.


Kedatangan perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding ini juga dibenarkan Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP. Marahatua Siregar saat dikonfirmasi media ini melalui.


Kasat mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan pemeriksaan yang telah dilimpahkan oleh Inspektorat Kabupaten Tebo terkait dugaan penyalahgunaan penggunaan DD tersebut. "Yang jelas kita akan menindak lanjutinya sesuai aturan, yang bersangkutan pun sudah kita lakukan pemanggilan," kata Kasat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, 


Diketahui, beberapa waktu lalu, perwakilan masyarakat Desa Pagar Puding melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang dilakukan oleh oknum kepala desa. Laporan tersebut disampaikan kepada Inspektorat Kabupaten Tebo. 


Pada laporan itu, perwakilan masyarakat menduga oknum kades telah menyalahgunakan dana senilai Rp1.6 miliar dari DD tahun anggaran 2018-2019 yang seharusnya digunakan untuk kegiatan BLT, BumDes, insentif guru ngaji dan lainnya. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini