-->

Menu Bawah

Iklan

Dandim 0416/Bute Terus Pantau Perkembangan Karhutla di Wilayah Bungo - Tebo

Portal Tebo
11/09/21, 19:51 WIB Last Updated 2021-09-11T12:51:20Z
masukkan script iklan disini


PORTALTEBO.id
- Meminimalisir terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo, Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Arianto Maskare terus mengoptimalkan kinerja anggotanya dalam memantau kondisi dilapangan.


Saat diwawancarai media ini, Sabtu (11/09/21) di Aula Makodim Bungo, diauki Dandim, sejauh ini dirinya terus memantau kondisi terkini dilapangan terkait persoalan Karhutla tersebut.


"Intinya kita cukup bersyukur ya, karena ternyata dari bulan Agustus kita prediksi sebenarnya masih dalam tahap musim panas, tapi ternyata pada minggu minggu ke tiga akhir Agustus sampai dengan sekarang curah hujan cukup tinggi," kata Dandim.


Dandim mengungkapkan jika sebelumnya sempat sepuluh hari tanpa (tidak) turun hujan, "nah kalau sekarang ini kan dua hari sudah turun hujan. Mungkin karena ada perubahan anomali perubahan udara, hal ini yang membuat kita terbantu sehingga titik kerawan Karhutla cukup terkontrol," ujar Dandim.


Saat ditanya soal wilayah yang terpantau menjadi titik Karhutla, diakui  Dandim memang yang sering muncul yaitu di Pemayungan Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo," Kemarin juga ada terpantau di daerah Pelepat Kabupaten Bungo,namun frekuensi nya kecil, " imbuh Dandim.


"Intinya memang penyebabnya karena aktifitas pembakaran ya, walaupun kita belum bisa mengatakan secara langsung apakah penyebabnya dikarenakan unsur kesengajaan atau tidak, tetapi kalau kita lihat identifikasi di lapangan ya karena dalam rangka pembukaan lahan," terang Dandim.


Dandim berkata kalau yang didaerah Pemayungan, lahan yang  terbakar rata-rata masuk ke dalam kawasan Izin Perusahaan PT. Alam Bukit Tiga Puluh (ABT). " Rata rata luas yang terbakar diperkirakan satu sampai dua hektar, karena terpecah pecah lokasinya, Sampai yang paling banyak itu kemarin ada 20 titik api, tapi ya kecil-kecil gitu, ada yang setengah hektar dan paling banyak dua hektar,"  jelas Dandim.


Saat kembali ditanya terkait rencana pelepasan status Siaga Karhutla di dua daerah ini, Dandim menjelaskan, "kita belum berani untuk menyatakan seperti itu karena memang dalam bulan bulan ini kan kita masih masuk dalam agenda rawan karhutla," ujarnya.


Terakhir kata Dandim mengatakan, sampai sekarang anggotanya bersama anggota Polri dan Manggala Agni masih melaksanakan kegiatan patroli lapangan  khususnya di daerah Pemayungan, karena disanatingkat potensi frekuensi kerawan cukup tinggi. (wan)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini