-->

Menu Bawah

Iklan

Pekerjaan Bok Culvert Jalan Lintas Tebo Bungo Diduga Tidak Memiliki Dokumen Lingkungan

Portal Tebo
04/09/21, 21:01 WIB Last Updated 2021-09-04T14:01:26Z
masukkan script iklan disini

 PORTALTEBO.id


- Pekerjaan Box Culvert di jalan lintas Tebo - Bungo tepatnya di KM.4 Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi, diduga tidak dilengkapi dengan dokumen lingkungan. Pasalnya pekerjaan yang dianggarkan dari APBD Propinsi Jambi ini mempengaruhi terjadinya penurunan kualitas lingkungan.


Pantauan media ini, tampak dampak negatif yang ditimbulkan akibat pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut diantaranya, terjadinya gangguan kemacetan kendaraan yang melintas, debu yang bertebaran di sekitar lokasi dan tumpukan tanah galian disekitar lokasi pekerjaan.


Hal ini sangat disayangkan oleh Ketua Lembaga Pemantau Penyelamat Lingkungan Hidup (LP2LH), Hary Irawan," Seharusnya kontraktor pelaksana harus memperhatikan dampak yang timbul akibat dari kegiatan mereka, jujur saja saya pun salah satu orang yang sering melintas di jalan itu," ujar Hary.


Bukan hanya macet, akan tetapi kata Hary, debu yang bertebaran menyebabkan menurunnya kualitas udara yang bersih, sehingga membuat sangat tidak nyaman.


Belum lagi, kata Hary, pekerjaan Box Culvert itu dilakukan bukan hanya di siang hari, namun sampai malam. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap meningkatnya tingkat kebisingan," Saya rasa warga yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan proyek inipun merasa terganggu," ujarnya lagi.


Lanjut Hary, jika merujuk ke pada PP 05 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko dan Permen LHK RI Nomor 04 tahun 2021 tentang jenis rencana kegiatan/atau usaha wajib AMDAL , UKL UPL, dan SPPL, seharusnya setiap pekerjaan yang beresiko akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan wajib memiliki dokumen lingkungan.


"Saya menduga, proyek tersebut belum mempunyai dokumen lingkungan, jika pun sudah ada, artinya pihak kontraktor pelaksana tidak menjalankan tanggung jawab pengelolaan lingkungan akibat dari kegiatan proyek tersebut," cetusnya.


Diakui Hary, dalam waktu dekat melalui kelembagaan, dirinya akan menyurati instansi terkait untuk menanyakan apakah proyek pekerjaan ini sudah mempunyai dokumen lingkungan hidup.


Selain itu, Hary  juga akan menyurati Dinas LH dan Perhubungan Kabupaten Tebo untuk meminta bantuan melakukan uji parameter udara di lokasi proyek dan sekitar proyek, "apabila nanti dari hasil uji parameter kualitas udara melebihi ambang batas, tentunya ini sudah menjadi pelanggaran Hak Atas Lingkungan Hidup," kata dia.


Menurut Hery, hal ini dianggap sangat penting, mengingat akibat dari kegiatan proyek tersebut sudah berdampak terhadap lingkungan hidup, apalagi setiap 

orang mempunyai hak untuk mendapatkan kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat sesuai dengan pasal 65 Uundang Undang 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini