-->

Menu Bawah

Iklan

SLB MINWA LAUNCHING PERDANA PROGRAM BIMBINGAN AKHLAK MULIA DAN KETERAMPILAN (BAIK)

Portal Tebo
19/09/21, 17:05 WIB Last Updated 2021-09-19T10:05:28Z
masukkan script iklan disini

 


Sekolah Luar Biasa (SLB) Minwa pada hari ini  Jum'at (17/09) telah melaksanakan sebuah kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik yang disebut program Bimbingan Akhlak Mulia dan Keterampilan atau disingkat dengan BAIK. Program ini diinisiasi sebagai bentuk bimbingan kepada peserta didik dalam rangka mewujudkan visi SLB Minwa, yaitu "Terwujudnya Peserta Didik yang Mandiri, Terampil, Berkarakter, dan Berakhlak Mulia".


Diketahui bahwasanya pemberian nama BAIK tersebut dilatarbelakangi dengan sebuah alasan yakni selain memiliki singkatan dari Bimbingan Akhlak Mulia dan Keterampilan. Tapi juga memiliki makna dari diksi itu sendiri yang mengartikan, bahwa SLB Minwa berupaya dengan bertahap agar mampu menjadi satuan pendidikan layanan khusus yang berkualitas baik, yaitu dari segi pendidik dan juga peserta didiknya.


Bapak Jusbianto, S.Pt. atau yang biasa disapa dengan panggilan Bapak Bian, selaku kepala sekolah dan penggagas program menyampaikan bahwasanya "Kegiatan BAIK ini diinisiasi atas dasar visi SLB Minwa dan juga keinginan inovasi pada pelayanan pendidikan berbasis praktik keterampilan vokasional yang akan berguna bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-harinya, serta bimbingan karakter yang akan menciptakan akhlak mulia bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku."


Implementasi program BAIK ini, yaitu diawali dengan kegiatan pembelajaran keterampilan. Pada hari ini kegiatan keterampilan yang diajarkan kepada peserta didik yaitu keterampilan cara membungkus makanan dengan media bantu. 


Pada kegiatan tersebut peserta didik diberi bimbingan keterampilan melalui guru kelas tentang tutorial untuk membungkus makanan dengan baik dan rapih. Kegiatan dilaksanakan di ruang keterampilan SLB Minwa. Terlihat kerjasama seluruh peserta didik untuk mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru kelas.


Selanjutnya, untuk bimbingan karakter dilaksanakan dengan mengikutsertakan peserta didik untuk membagikan nasi bungkus. Nasi bungkus ini disediakan dengan sumber dana yang berasal dari infaq harian peserta didik dan warga sekolah, serta beberapa tambahan donasi dari donatur, yang salah satunya dari para wali murid.


Kegiatan bimbingan karakter ini merupakan puncak dari program BAIK. Tujuan dari bimbingan karakter ini adalah untuk menanamkan rasa kemanusiaan dan kasih sayang sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa kepada peserta didik. 


Pada kegiatan ini, guru kelas memberikan pengarahan kepada peserta didik bahwasanya mereka akan bisa menciptakan kebahagiaan dengan cara yang lebih baik, yaitu dari hasil uang yang mereka infaq-kan dapat dijadikan modal untuk menciptakan sebuah manfaat dan seterusnya sampai pada menyalurkan manfaat tersebut kepada orang lain atau orang yang membutuhkan.


Kemudian juga disampaikan nasihat dari kepala sekolah kepada peserta didik, tentang manfaat dari kebaikan membagikan makanan ini kepada orang lain, yaitu dengan mengutip salah satu hadits Rasulullah SAW. "Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain." (HR. Thabrani).


Sebelum mengawali kegiatan menyalurkan nasi bungkus, diawali dengan persiapan dengan memastikan tetap mematuhi protokol kesehatan terutama kepada peserta didik saat di lapangan dan kemudian dilakukan do'a bersama yang dipimpin oleh Bapak Bian di ruang keterampilan SLB Minwa. Selanjutnya berangkat ke lokasi penyaluran nasi bungkus yang dilaksanakan di salah satu lokasi sekitaran pasar sarinah Kecamatan Rimbo Bujang.


Pada penyaluran nasi bungkus, dihadiri dan diikuti oleh kepala sekolah, guru kelas, terapis, peserta didik dan juga beberapa orang tua dari peserta didik yang sangat antusias dalam mensupport kegiatan ini. 


Nasi bungkus yang disalurkan telah menyasar kepada berbagai kalangan, diantaranya yaitu tukang ojek, petugas kebersihan, para pekerja buruh, petugas TPR, pedagang kecil hingga tuna wisma dan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).


Rifky salah satu peserta didik dengan hambatan intelektual atau yang disebut tunagrahita, mengaku sangat merasa bahagia. Pengakuan tersebut dikatakan saat kepala sekolah menanyakan langsung kepadanya.


"Bagaimana perasaannya Rifky saat memberikan nasi bungkus tadi?", Tanya Bapak Jusbianto kepadanya. "Senang Pak...", sahutnya sambil tersenyum bahagia.


Direncanakan kegiatan BAIK ini kedepan akan diupayakan dilaksanakan rutin selama satu kali dalam setiap bulannya sesuai dengan kondisi pandemi saat ini.


Terakhir, Pak Bian menyampaikan bahwasanya program BAIK ini diharapkan menjadi program unggulan SLB Minwa dalam rangka membentuk karakter peserta didik sebagai anak berkebutuhan khusus yang terampil dan berakhlak mulia. 


Walaupun peserta didik SLB Minwa adalah anak berkebutuhan yang memiliki hambatan dari segi emosi, pendengaran dan intelektual, namun tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa menumbuhkan akhlak mulia seperti berbagi kepada orang lain. 


Hal ini juga berangkat dari keyakinan, bahwasanya mereka memiliki kesamaan dengan orang pada umumnya, terutama memiliki hati nurani dan bisa bersikap dengan akhlak mulia. Kemudian beliau berharap semoga kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dan masyarakat secara umum. 


Sampai pada berakhirnya kegiatan penyaluran nasi bungkus. Dilanjutkan kegiatan istirahat bersama peserta didik dan orang tua. Selanjutnya dilakukan do'a penutupan kegiatan oleh Pak Bian.


Penulis: Jusbianto, S.Pt.

Relawan Inspirasi Rumah Zakat Pendamping Desa Berdaya Desa Sumbersari.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini