-->

Menu Bawah

Iklan

Bangun Ruko Diduga Sebab Genangan Air di KM.4 Jalan Lintas Tebo-Bungo

Portal Tebo
18/11/21, 18:35 WIB Last Updated 2021-11-18T13:27:39Z
masukkan script iklan disini

 


PORTALTEBO.id - Tingginya  intensitas hujan beberapa hari ini membuat sejumlah titik jalan di wilayah Kabupaten Tebo terendam air. Salah satunya di Jalan Lintas Sumatera (Tebo - Bungo) di KM.4 Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi.


Seorang warga bernama Ahmad mengatakan, genangan air sudah menutupi ruas jalan nasional tersebut. "Semalam hujan deras. Mungkin airnya tidak mengalir dan terjadi genangan," kata Ahmad saat melintas, Kamis (18/11/2021).


Dia menduga, salah satu penyebab terjadinya genangan air karena bangunan rumah dan toko (Ruko) yang tidak memperhatikan aspek lingkungan, "Aliran air terhalang bangunan Ruko, makanya air meluap ke jalan," ujar dia.


Informasi yang dirangkum media ini, Ruko yang berada di lokasi banjir diduga tepat di atas saluran air atau drainase sekunder. Akibatnya, ketika turun hujan terjadi genangan air. Parahnya, air tidak hanya menggenangi ruas jalan, namun halaman Mushola dan sejumlah halaman rumah warga di villa Sentosa Asri ikut menjadi sasaran genangan air.


Kondisi ini sangat disayangkan Ketua RT. 06 Kompleks Vila Sentosa Asri, A. Latief, "Sebelum Ruko itu berdiri, Mushola kami tidak pernah kebanjiran seperti ini, walaupun intensitas curah hujan tinggi. Sekarang, sejak Ruko tersebut dibangun, kejadiannya ya begini. Mushola dan beberapa rumah tergenang air," kesal A.Latief.


Diakui A.Latief, jika pemilik Ruko telah membangun saluran air (drainase), namun ukurannya sangat kecil dan tidak memadai untuk mengaliri air. "Dengan volume air dari anak sungai di sini, tidak mungkin drainase sekecil itu mampu menyalurkan air," cetus A. Latief.


Persoalan ini menarik perhatian Ketua LP2LH, Hary Irawan. Dia sangat menyayangkan sikap pemilik ruko yang membangun tanpa melihat aspek lingkungan. Dampaknya, air meluap dan menggenangi fasilitas umum (jalan dan mushola) dan rumah warga.


"Sebagai warga kompleks Vila Sentosa Asri, kami merasa dirugikan. Tentunya ini mengganggu aktivitas ibadah kami," cetus Hary.


Harry mengaku sudah mengcrosscheck ke sejumlah dinas terkait pembangunan Ruko yang diduga penyebab terjadinya luapan air tersebut.


Informasi sementara yang didapat, kata aktivis lingkungan pemilik sertifikat AMDAL A dan C ini, bangunan Ruko tersebut diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).


Tidak hanya itu, lanjut Hary, informasi yang didapat Dinas PUPR Tebo pernah menerbitkan surat  rekomendasi ketidaklayakan untuk menerbitkan IMB  bangunan Ruko tersebut, karena berdiri tepat diatas drainase sekunder.


"Yang jelas, informasi ini akan saya dalami. Jika memang demikian, artinya bangunan Ruko tersebut sudah menyalahi aturan dan tidak memperhatikan aspek lingkungan hidup disekitarnya," kata Hary.


Pada prinsipnya, lanjutnya, dia tidak melarang misi investasi di Kabupaten Tebo, namun jika investasi tersebut berdampak buruk terhadap lingkungan hingga menyebabkan menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan, maka dia dengan keras menolak investasi tersebut.


"Saya akan menyurati Pemkab Tebo untuk meminta dilakukan evaluasi terhadap kelayakan bangunan Ruko tersebut. Jika memang terbukti tidak layak, artinya disini Pemerintah Daerah harus menjalankan kewenangannya. Jika sanksinya harus dibongkar, ya dibongkar," pungkasnya. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini