-->

Menu Bawah

Iklan

Kejari Tebo Bersama Pemkab Tebo Gelar FGD Dalam Rangka Pendampingan Hukum Terhadap Kegiatan Penetapan dan Penegasan Batas Desa

Portal Tebo
30/12/21, 23:19 WIB Last Updated 2021-12-30T16:19:14Z
masukkan script iklan disini

 


PORTALTEBO.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo bersama Pemkab Tebo dan Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK), menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penetapan dan Penegasan Tapal Batas Antar Desa se Kecamatan Tebo Ilir. Kegiatan ini digelar di aula utama kantor Kejari Tebo, Kamis (30/12/2021).


Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya penyampaian laporan dari Tim Pemetaan Tapal Batas yang disampaikan oleh Ketua ORIK, Ahmad Firdaus.


Dalam laporannya, Firdaus mengatakan, FGD ini merupakan tahapan pada kegiatan Pemetaan Tapal Batas Desa Secara Partisipatif di 8 Desa Wilayah Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo Tahun 2021


Pada kegiatan ini, pihaknya selaku pelaksana kegiatan mendapat pendampingan hukum dan support dari Kejari Tebo dan Pemkab Tebo.


Sebagai Koordinator progam (kegiatan), Firdaus menjelaskan, sebelumnya pihaknya melakukan sosialisasi di tingkat desa. Selanjutnya melakukan pertemuan antar desa untuk membuat sketsa peta desa.


Setelah itu lanjut dia, dilakukan pertemuan antar desa untuk menyamakan persepsi batas desa masing-masing. " Setelah itu, kita melakukan pelacakan tapal batas atau pengambilan titik koordinat sesuai berita acara kesepakatan pada pertemuan antar desa," jelas dia.


Firdaus berkata, saat ini timnya telah mengelola data lapangan (titik koordinat) menjadi peta. Hasilnya, ada beberapa titik batas yang belum disepakati, "Hari ini kita minta Kejari Tebo melalui bidang Perdata dan Tata Usaha (Datun) menyelesaikan desa-desa yang belum sepakat," katanya. 


Diwaktu dan tempat yang sama, Sekda Tebo, Teguh Arhadi meminta kepada desa yang belum sepakat agar bisa legowo, dalam artian sama-sama ikhlas menentukan dan menyepakati batas desa masing-masing. "Batas antar provinsi saja bisa sepakat, batas antar kabupaten juga sepakat. Jangan sampai batas antar desa justru tidak sepakat," kata Sekda.


Dia mengingatkan, penentuan batas desa bukan berarti menghilangkan hak milik atas tanah atau lahan. "Batas desa itu tujuannya untuk menertibkan administrasi desa," tegasnya.


Kajari Tebo melalui Kasi Datun, Safei mengatakan, selama proses pemetaan tapal batas antar desa, yayasan ORIK selalu berkoordinasi dan konsultasi dengan Jaksa Pengacara Negara Kejari Tebo.


Hasil koordinasi, ada sejumlah desa yang belum sepakat diantaranya, Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir dengan Desa Tanah Garo Kecamatan Muara Tabir. Kemudian Desa Teluk Rendah Ilir Kecamatan Tebo Ilir dengan Desa Olah Kemang Kecamatan Muara Tabir.


Selanjutnya, Desa Betung Bedarah Barat Kecamatan Tebo Ilir dengan Desa Pintas Tuo Kecamatan Muara Tabir, Desa Sungai Bengkal Barat Kecamatan Tebo Ilir dengan Desa Sungai Aro Kecamatan Tebo Ilir, dan Desa Tuo Ilir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo yang berbatasan langsung dengan tiga desa yang berada di Kabupaten Batanghari yakni, Desa 

Teluk Leban, Desa Peninjauan, dan Desa Batu Sawar Kecamatan Maro Sebo Ilir.


"Begitu juga dengan Desa Betung Bedarah Barat dengan Desa Betung Bedarah Timur Kecamatan Tebo Ilir," bebernya.


Pada FGD ini kata Safei, dia berharap ada masukan dan kritik agar desa yang belum sepakat bisa bersepakat. "Kalau semuanya sudah bersepakat, tentu hasilnya akan diteruskan untuk diusulkan kepada Bupati Tebo agar bisa diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) atau Keputusan Bupati tentang tapal batas antar desa di wilayah kecamatan Ilir. Sehingga peta yang diterbitkan mempunyai legalitas yang jelas," pungkas dan langsung membuka kegiatan FGD tersebut.


Diketahui, kegiatan FGD ini dihadiri langsung oleh Sekda Tebo, Asisten I Sekda, Kabag Pemerintahan, Kabag Hukum, BPN, KPHP Tebo Barat, KPHP Tebo Timur, Kepala Desa, Ketua BPD dan tim desa yang bersepadan. (red)

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini