-->

Menu Bawah

Iklan

MELIHAT KEMISKINAN KABUPATEN TEBO

Portal Tebo
23/12/21, 15:45 WIB Last Updated 2021-12-23T08:45:06Z
masukkan script iklan disini

 

Ilustrasi/Net

BPS Provinsi Jambi telah mengeluarkan data jumlah kemiskinan tiap kabupaten/kota pada Bulan Desember 2021, jumlah kemiskinan di Provinsi Jambi mengalami kenaikan ditengah pandemi yang belum berakhir. Ditahun 2021 jumlah penduduk miskin Provinsi Jambi 293.860 jiwa, naik sebesar 5,78 persen dibanding Tahun 2020 yang mana jumlah penduduk miskin Provinsi Jambi sebesar 227.800 jiwa.


Jumlah penduduk miskin terbanyak di Kota Jambi 54.230 jiwa atau sebesar 18,45 persen dari total jumlah penduduk miskin Provinsi Jambi. Sedangkan jumlah penduduk miskin terendah di kota Sungai Penuh sebesar 3.030 jiwa atau menyumbang angka kemiskinan 1,03 persen.


Kabupaten Tebo sendiri jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada Tahun 2021 jumlah penduduk miskin Tebo 23.770 jiwa naik sebesar 5,78 persen dibanding Tahun 2020. Kenaikan angka kemiskinan ini sebenarnya sangat disayangkan karena pada Tahun 2020 angka kemiskinan Tebo menurun dibanding tahun 2019. Dimana jumlah penduduk miskin Kabupaten Tebo Tahun 2020 sebesar 22.470 jiwa turun 1,57 persen.


BPS dalam menghitung angka kemiskinan diperoleh dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) panel modul konsumsi dan kor.


Konsep untuk mengukur kemiskinan BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dimana ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.


Kemiskinan merupakan permasalahan disetiap daerah kabupaten/kota, Kabupaten Tebo sendiri terus berbenah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dengan program pembangunan jangka panjang maupun jangka pendek. Di era pandemi yang belum berakhir pemerintah Daerah Tebo terus menuntaskan vaksin bagi masyarakat Tebo melalui kerja sama dengan TNI-POLRI. Upaya yang dilakukan agar masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa dengan prokes yang terus dilakukan. 


Dari sisi perkebunan, naiknya harga karet juga membantu mendongkrak perekonomian di Kabupaten Tebo. Dimana harga karet sebelum pandemi 7-9ribu per kg dan saat ini harga karet 10-12 ribu per kg. Sedangkan harga sawit yang sangat tinggi juga membuat masyarakat Tebo tidak begitu terdampak covid 19 sehingga angka kemiskinan tidak terlalu banyak di banding Kota Jambi.


Program prioritas Gubernur Provinsi Jambi adalah Pemulihan dan peningkatan perekonomian daerah melalui beberapa program salah satunya membangun digitalisasi pemasaran produk-produk UMKM dan Fasilitasi akses perbankan. Dengan adanya program ini diharapkan semua UMKM mulai mengalihkan usahanya ke digital karena semua orang sudah melek teknologi.


Dalam upaya penaggulangan kemiskinan Wakil Gubernur Drs.H. Abdullah Sani, M.Pd. I mengatakan ada dua strategi.


Pertama mengurangi beban pengeluaran melalui program seperti pemberian bantuan tunai PKH, program bantuan Pangan non tunai, jaminan kesehatan BPJS, beasiswa miskin, bantuan rumah tidak layak huni dan berbagai program lainya.


Yang kedua meningkatkan pendapatan masyarakat antara lain melalui program kewirausahaan (Prokus), kredit usaha rakyat (KUR) dan lain sebagainya.


Masyarakat Tebo berharap pembangunan terus ditingkatkan sampai ketingkat desa. Akses kesehatan, pendidikan dan akses jalan mampu mendongkrak perekonomian di desa. 


Semua program pemerintah Kabupaten Tebo selaras dengan program prioritas Gubernur Jambi agar mampu mengentaskan kemiskinan yang ada di Jambi.


Ditulis oleh Lina Marliana, Staf BPS Kab. Tebo.

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini