-->

Menu Bawah

Iklan

Pelaku Ilegal Logging Dikabarkan Merambah Hutan SAD di Desa Tanah Garo

Portal Tebo
24/12/21, 23:33 WIB Last Updated 2021-12-24T16:33:49Z
masukkan script iklan disini


 PORTALTEBO.id - Hutan Sungkai Lubuk Dalam di Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, yang selama ini menjadi kawasan kehidupan Suku Anak Dalam (SAD) Kelompok Temenggung Ngadap, dikabarkan dibabat oleh aktivitas Illegal Logging (pemalakan liar). Tidak tanggung-tanggung, pelaku berhasil mengeluarkan ratusan kubik kayu logging dari hutan tersebut. Kabar ini disampaikan langsung oleh Safar, Waris SAD Desa Tanah Garo, Jumat (24/12/2021).

"Kemarin saya ditemui oleh Temenggung. Beliau mengeluh karena hutanya dibabat oleh pelaku Ilegal logging," kata Safar.


Dari keterangan Temenggung Ngadap, jelas Safar, ada sekitar empat orang yang melakukan pemalakan liar di hutan tersebut. Pelaku telah mengeluarkan ratusan kubik kayu dari hutan itu.



Yang sangat disayangkan kata dia, hutan yang selama ini dijaga oleh Temenggung Ngadap dan kelompoknya itu pernah dikunjungi oleh Bupati Tebo Sukandar, Dandim 0416/Bute Letkol Inf Widi Rahman, Kapolres Tebo AKBP Zainal Arrahman dan sejumlah pejabat Kabupaten Tebo.


"Sejumlah pohon di hutan itu telah diwariskan oleh Temenggung kepada Bupati, Kapolres, Dandim dan pejabat lainnya. Dengan tujuan agar hutan tersebut tetap terjaga dan pohonnya tidak ditebang. Tapi sekarang kok malah ditebangi," katanya.


Untuk itu, Safar minta kepada instansi maupun pihak yang berwenang agar segera mengcrosscheck kebenaran atas kabar itu. Jika benar, dia minta agar pelaku ilegal logging tersebut segera ditangkap dan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku. "Kami masyarakat Desa Tanah Garo siap membantu," tegasnya.



Hal yang sama juga dikatakan oleh pendamping SAD di Tebo, Ahmad Firdaus. Dia mengaku prihatin atas kabar aktivitas ilegal logging yang merambah hutan SAD kelompok Temenggung Ngadap. "Saya sudah konfirmasi dengan SAD kelompok Temenggung Ngadap. Mereka membenarkan jika hutan mereka telah dirambah," kata Firdaus yang juga Ketua Yayasan Orang Rimbo Kito (ORIK).


Firdaus berkata, saat ini pihaknya tengah melakukan flowup data terkait kabar tersebut. Jika dirasa lengkap akan segera dilaporkan ke pihak berwajib. (red)



Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini