-->

Menu Bawah

Iklan

Siapa Sebenarnya "Sultan Sri Maharaja Batu" (Bagian 1)

Portal Tebo
06/01/22, 16:27 WIB Last Updated 2022-01-06T09:27:12Z
masukkan script iklan disini

 


PORTALTEBO.id - Pasca ditetapkannya nama stadion Kebanggaan Tebo, yang kini diberi nama Sri Maharaja Batu. Dari nama tersebut, banyak masyarakat Jambi khususnya warga Kabupaten Tebo yang masih bertanya-tanya siapa sebenarnya Sultan Sri Maharaja Batu itu?.


Konon menurut cerita, bahwa Sultan Sri Maharaja Batu atau Pangeran Raden Julat ini adalah keturunan Rang Kayo Hitam yang merupakan Raja Jambi yang dikenal sakti dan pemberani. Beliau juga merupakan buyut dari Sultan Thaha Syaifuddin yang merupakan pewaris Sultan terakhir dari kesultanan di Jambi.


Berikut nama-nama kesultanan melayu Jambi dan silsilahnya, Sultan Thaha bin Sultan Abdul Rahman Nasruddin bin Sultan Muhammad Fahruddin bin Sultan Agung Sri Ingologo bin Sultan Mas'ud Badaruddin bin Sultan Ahmad Zainuddin bin Sultan Astra Ingologo bin Sultan Sri Maharaja Batu bin Sultan Seri Ingologo bin Sultan Abdul Muhyi bin Sultan Agung Abdul Jalil bin Sultan Abdul Kahar.


Meskipun nama Sultan Sri Maharaja Batu kurang mashur ditengah masyarakat, namun sebagai masyarakat Jambi harus mengakui bahwa Sultan Sri Maharaja Batu pernah memimpin Jambi dan pusat pemerintahannya berada di Muara Tebo, tepatnya di Desa Mangun Jayo Kecamatan Tebo Tengah.


Berangkat dari referensi sejarah tersebut, H. Eka Wijaya atau lebih akrab disapa Bang Cecep mengajukan Sri Maharaja Batu dalam sayembara pemberian nama stadion Tebo. Berbekal refensi yang kuat, akhirnya ia ditetapkan sebagai pemenang sayambara.


H. Eka Wijaya mengatakan, referensi nama Sri Maharaja Batu ia kutip dari buku mantan Rektor Universitas Jambi (Unja) alm. Prof. H. Aulia Tasman, Ph. D. Cetakan pertama, Maret 2016 yang diberi judul "Menelusuri Jejak Kerajaan Melayu Jambi dan Perkembangannya". (red)


            -Bersambung-

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terkini