-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portal Tebo I Anda Baca, Anda Ketahui
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Tebo Terancam Kekurangan 1967 Orang Guru

    Redaksi
    31/01/22, 08:50 WIB Last Updated 2022-01-31T01:50:55Z
    masukkan script iklan disini

     


    PORTALTEBO.id - Wacana bakal dihapuskannya tenaga honorer oleh pemerintah pusat mulai tahun 2023 besok, dipastikan akan berdampak pada 310 sekolah negeri di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.


    Ratusan sekolah mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada terancam kekurangan guru.


    Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis DikBud) Kabupaten Tebo, Sindi. "Jika honorer dihapus untuk 310 sekolah negeri mulai TK sampai SMP bakal kekurangan guru," katanya.


    Sindi menjelaskan, Kabupaten Tebo membutuhkan 3677 guru dan saat ini hanya memiliki 1.711 orang guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).


    "Sekarang ini didata dapodik sudah cukup untuk kebutuhan guru bagi sekolah negeri yang ada di Kabupaten Tebo," ujarnya.


    Dikatakannya, jika data dapodik kebutuhan guru sekarang ini sudah cukup, karena kekurangan tenaga guru tersebut terpenuhi oleh tenaga guru honorer, mulai dari honorer Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, Guru Honorer BOS dan Honorer komite sekolah.


    "Bayangkan lebih dari separo kebutuhan guru di kabupaten Tebo diisi oleh guru honorer sekarang ini,"terang Sindi lebih lanjut sembari merincikan bahwa kabupaten Tebo untuk tahun 2022 ini masih kekurang guru ASN sebanyak 1967 orang.


    "Dengan rincian kekurang guru ASN sebanyak 1858, ditambah guru yang memasuki pensiun ditahun 2022 ini sebanyak 109 orang, jadi total kekurang guru ASN ditahun 2022 ini sebanyak 1967 orang, kita tunggu saja perkembangan rencana penghapusan honorer ini, sekarang nampaknya baru sebatas wacana belum ada petunjuk resminya," katanya lagi.


    Sementara itu Bupati Tebo, H Sukandar saat dikonfirmasi menolak rencana penghapusan tenaga honorer tersebut.


    "Kita daerah masih sangat membutuhkan tenaga honorer tersebut, terutama guru,"tutup Sukandar saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsAppnya. (red)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini