-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portal Tebo I Anda Baca, Anda Ketahui
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    "Minyak Goreng" Susah Didapat, Inilah Negeriku Yang Kaya Tapi Terkesan Dikutuk

    Redaksi
    01/03/22, 13:58 WIB Last Updated 2022-03-01T06:58:45Z
    masukkan script iklan disini


     Indonesia merupakan negara penghasil sawit terbesar di dunia dan akan masih terus berkembang. Ini karena ketersediaan lahan yang masih luas dan mumpuni untuk pengembangan tanaman sawit itu sendiri.


    Beberapa tahun yang lalu negara-negara uni Eropa dan Barat sangat mengecam Indonesia karena banyak membuka lahan demi tanaman sawit, yang kata mereka sawit membantu dalam pengerusakan hutan dan lahan gambut yang berujung pada pemanasan global dan lainnya.


    Ironisnya, negara-negara Eropa merupakan "penikmat" yang cukup besar dari produksi sawit itu sendiri. Ternyata negara-negara yang kontra dengan tanaman sawit ini "kalah" bersaing dan mereka juga tidak bisa menanam sawit karena faktor iklim. Dimana sawit hanya bisa tumbuh subur di daerah beriklim tropis. 


    Negara-negara yang menentang tanaman sawit umumnya membuat minyak goreng dari bunga matahari, yang bisa ditanam sepanjang tahun. Di Indonesia tidak seperti di Benua Eropa yang hanya bisa menanam dan panen sekali dalam setahun.


    Tidak main-main, minyak sawit bisa menjadi enerji yang terbarukan bisa diolah menjadi minyak solar, bensin dan lainnya,cyang pada akhirnya kita tidak perlu lagi menggunakan minyak berbahan fossil. Begitu beruntungnya kita yang tinggal dan hidup di Indonesia dengan segala limpahan karunia dari Tuhan yang Maha esa. Kita bisa menjadi negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia.


    Kadang jadi pertanyaan dan rahasia umum di masyarakat Indonesia itu sendiri, kenapa kita harus kesusahan dalam mendapatkan minyak goreng yang jelas-jelas berbahan dasar sawit  itu sendiri? Apa sistim yang masih carut marut? Atau ada pihak-pihak tertentu yang ingin "menikmati sendiri" dari hasil sawit itu? Atau memang mental para pembuat kebijakan masih sakit?


    Itulah realita negeriku, negeri yang kaya, tapi terkesan dikutuk? Oh negriku yang katanya....


    Boy Nasution, Aktivis Tebo

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini