-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portal Tebo I Anda Baca, Anda Ketahui
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Danrem 042/Gapu Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional STS, Ini Yang Dilakukan Bupati Tebo

    Redaksi
    13/05/22, 12:29 WIB Last Updated 2022-05-13T05:29:50Z
    masukkan script iklan disini

    PORTALTEBO.id - Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M., melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Tebo, Jambi, Jumat, 13 Mai 2022.


    Kunjungan kerja Danrem ini disambut hangat Bupati Tebo, Sukandar berserta Forkompinda Tebo, para OPD, kepala badan, kepala kantor dan lainnya, di rumah dinas Bupati Tebo.


    "Selamat datang di Kabupaten Tebo pak Danrem," kata Bupati Tebo sambil tersenyum lebar saat menyambut kedatangan Danrem 042/Gapu beserta rombongan.


    Hanya beberapa menit di pendopo, Danrem 042/Gapu bersama rombongan langsung bergerak menuju makam pahlawan nasional Sulthan Thaha Syaifuddin di Kelurahan Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo.


    Didampingi Bupati Tebo, Danrem 042/Gapu ziarah di makam kebanggaan masyarakat Tebo tersebut," Makam ini menjadi icon Provinsi Jambi pak," jelas Sukandar kepada Danrem 042/Gapu saat masuk gerbang makam.



    Tiba di makam, Danrem 042/Gapu langsung duduk dan berdoa. Setelah itu menaburkan bunga diatas makam dan diikuti yang lainnya dalam rombongan.


    Dikesempatan ini, Sukandar sekilas menjelaskan sejarah perjuangan Sulthan Thaha Syaifuddin dalam merebut kemerdekaan Indonesia. "Beliau gugur di Desa Betung Bedarah Kecamatan Tebo Ilir. Sekarang Desa Betung Bedarah sudah pemekaran yakni Betung Bedarah Barat dan Desa Betung Bedarah Timur," jelas Sukandar kepada Danrem 042/Gapu.


    Lanjut Sukandar, Sultan Thaha Syaifuddin merupakan salah seorang perjuangan nasional Indonesia. Beliau adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi yang dilahirkan di Keraton Tanah pilih Jambi pada pertengahan tahun 1816. 



    Ketika kecil, Sulthan Thaha Syaifuddin biasa dipanggil Raden Thaha Ningrat dan bersikap sebagai seorang bangsawan yang rendah hati dan suka bergaul dengan rakyat biasa.


    Pada pertempuran di Sungai Aro, jejak Sultan Thaha tidak diketahui lagi oleh rakyat umum, kecuali oleh pembantunya yang sangat dekat.


    Sultan Thaha Syaifuddin meninggal pada tanggal 26 April 1904 dan dimakamkan di Kabupaten Muara Tebo, Jambi. Namanya diabadikan untuk Bandar Udara Jambi, Rumah Sakit Umum Daerah Jambi dan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tebo.



    Penjelasan singkat ini menarik perhatian Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Supriono, S.IP., M.M. "Sangat luar biasa perjuangan beliau. Saya berdoa semoga amal bakti para pahlawan yang telah mendahului kita dapat diterima dan mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya Amin,” kata Danrem. (P01)



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini