-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portal Tebo I Anda Baca, Anda Ketahui
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Keributan Pemuda Antar Desa Diselesaikan Secara Kekeluargaan

    Redaksi
    10/05/22, 19:09 WIB Last Updated 2022-05-10T12:09:36Z
    masukkan script iklan disini

     


    PORTALTEBO.id - Pasca keributan pemuda antara desa yakni, Desa Olak Kemang dan Desa Tanah Garo, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, Jambi, Polres Tebo langsung mengumpulkan kedua belah pihak yang terlibat. Para pihak ini dipertemukan Mapolsek Muara Tabir, Selasa, 10 Mei 2022.


    Pertemuan untuk meditasi ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tebo AKBP Fitria Mega beserta jajaran, kedua kepala desa ( Desa Olak Kemang dan Tanah Garo) beserta perangkat desa, orang tua korban dan orang tua pelaku.


    Dalam mediasi, AKBP Fitria Mega mengatakan, pihaknya telah melakukan proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi, pelaku maupun korban.


    "Saya minta agar perselisihan ini segera diselesaikan dan tidak terulangi kembali. Mari kita bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif baik di Desa Olak Kemang dan Desa Tanah Garo," kata AKBP Fitria Mega.


    Dikatakannya, apabila ada keributan kembali Polres Tebo akan segera mengambil langkah-langkah sesuai dengan aturan hukum. Dalam hal ini, Polres Tebo tidak memihak ke manapun karena sifatnya netral.


    "Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim untuk menarik semua Laporan Polisi atau berkas di Polsek Muara Tabir yang melibatkan Warga Desa Olak Kemang dan Desa Tanah Garo untuk di proses di Polres Tebo. Sebab tidak semua yang ada di lokasi sebagai pelaku namun butuh proses penyelidikan," ujarnya dan berkata apabila ada kejadian agar diserahkan ke pihak kepolisian, jangan melakukan perbuatan lain yang dapat memperkeruh suasana.


    Dalam mediasi, kedua desa sepakat akan menjaga situasi aman dan kondusif. Kedua desa juga berkomitmen tidak akan terulang kembali kejadian yang sama dikemudian hari.


    Kemudian kedua desa berjanji tidak akan saling dendam dan permasalahan keributan antara pemuda diselesaikan dengan cara kekeluargaan.


    Apabila di kemudian hari ada yang melanggar kesepakatan, maka akan diproses secara hukum yang berlaku.


    Kesepakatan ini dibuat secara tertulis dan ditandatangani bersama.


    Usai mediasi, AKBP Fitria Mega mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan aturan dan sifatnya netral.


    Permasalahan pengeroyokan sudah dilakukan pemeriksaan baik saksi, korban maupun diduga pelaku.


    "Dari hasil pemeriksaan terhadap 11 orang yang berada dilokasi hanya 7 orang diduga pelaku. Dari jumlah tersebut, 5 orang masih dibawah umur dan 2 orang dewasa," katanya.


    Terhadap pelaku dibawa umur, lanjut Kapolres, tidak dilakukan penahanan namun proses tetap dilanjutkan. "Mereka sangat menyesalkan atas kejadian tersebut. Mereka juga berjanji tidak akan mengulanginya dan meminta maaf secara langsung kepada orang tua korban," katanya.


    Salah seorang warga Desa Tanah Garo yang juga orang tua korban, Sargawi mengaku mereka masih ada hubungan keluarga antara Desa Olak Kemang dengan Desa Tanah Garo.


    Meski begitu, dia sangat menghormati proses hukum yang telah dilakukan Polres Tebo. Namun, dia meminta agar Polres Tebo membuktikan umur para pelaku sesuai dengan KTP. (P01)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini