-->
  • Jelajahi

    Copyright © Portal Tebo I Anda Baca, Anda Ketahui
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Iklan

    Kontraktor Proyek Jalan Padang Lamo Ternyata Adik Ipar Mantan Gubernur Jambi

    Redaksi
    16/06/22, 09:14 WIB Last Updated 2022-06-16T02:14:34Z
    masukkan script iklan disini

     


    PORTALTEBO.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo menahan salah seorang kontraktor ternama di Provinsi Jambi, yakni H Ismail Ibrahim, pada Rabu, 15 Juni 2022.


    Penahanan H Ismail Ibrahim ini terkait kasus korupsi pekerjaan proyek jalan Padang Lamo yang bersumber dari dana APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2019.


    Selain tersangka Ismail, Kejari Tebo juga menahan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jambi, Tetap Sinulingga dan Suarto, Direktur PT. Nai Adhipati Anom.


    Informasi yang dirangkum NEWSPORTAL.ID (group PORTALTEBO.id), Ismail Ibrahim adalah adik kandung Rahima, istri mantan Gubernur Jambi, Fachrori Umar.


    Penahanan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan Padang Lamo yang dibiayai dari APBD Provinsi Jambi Tahun 2019. 


    Sebelum ditahan, Ismail Ibrahim bersama dua rekannya diperiksa mulai pukul 11.00 WIB hingga sore hari pukul 16.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, mereka dibawa ke Lapas kelas II/B Muara Tebo.


    Kejari Tebo melalui Kasi Intel, Ari Chandra Pratama mengatakan, penahanan terhadap ketiga tersangka berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kajari Tebo Nomor Print – 25/L.5.17/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022 atas nama tersangka Ir. Tetap Sinulingga.


    Kemudian, Surat Perintah Kajari Tebo Nomor Print – 26/L.5.17/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022 atas nama Tersangka Suarto Bin Sarno (Alm).


    Selanjutnya, Surat Perintah Penahanan Kajari Tebo Nomor Print – 27/L.5.17/Fd.1/06/2022 tanggal 15 Juni 2022 atas nama Tersangka H.Ismail Ibrahim.


    Dikatakan Ari Chandra Pratama, dari hasil penyelidikan pekerjaan proyek tersebut melanggar hukum karena tidak sesuai kontrak dan pengerjaan. "Hasil penghitungan BPKP, ada pekerjaan fiktif yang mengakibatkan kerugian negara sebesar sebesar 7,3 miliar rupiah," kata dia.


    Sebelumnya, Kejari Tebo melakukan pemeriksaan terhadap 63 saksi dari 4 surat perintah penyelidikan, terkait dugaan kerugian negara atas pengejaan proyek jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo tahun anggaran 2017 hingga 2020 yang bersumber dari APBD Provinsi Jambi. (P01)


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini