• Jumat, 30 September 2022

Ini Kata Ari Chandra Terkait Alasan PH Tolak Kesaksian Ahli di Sidang Kasus Jalan Padang Lamo

- Jumat, 23 September 2022 | 00:55 WIB
Kasi Intelijen Kejari Tebo, Ari Chandra Pratama. (Ist)
Kasi Intelijen Kejari Tebo, Ari Chandra Pratama. (Ist)

PORTALTEBO.id – Sidang perkara kasus korupsi Jalan Padang Lamo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, kembali digelar di pengadilan Tipikor Jambi, Kamis, 22 September 2022.

Dalam sidang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo menghadirkan tiga orang ahli yakni, dua orang ahli dari Balai Jalan, Kementerian PUPR, dan satu lagi ahli dari auditor BPKP Perwakilan Provinsi Jambi.

Saat sidang, sempat terjadi perdebatan antara penasehat hukum (PH) para terdakwa dengan JPU. Pasalnya, penasehat hukum terdakwa tidak sependapat dan menolak kehadiran ketiga ahli tersebut.

Baca Juga: Sidang Lanjutan Korupsi Jalan Padang Lamo, Saksi Ahli Terangkan Hasil Audit Kerugian Negara, Ini Jumlahnya

Alasannya, mereka tidak percaya atas profesionalitas dan integritas serta latar belakang akademik terhadap kesaksian ketiga ahli tersebut.

Menanggapi hal itu, Kasi Intel Kejari Tebo Ari Chandra dengan tegas mengatakan jika penasehat hukum sama sekali tidak mengerti apa yang disebut ahli. 

"Jangan membuat definisi yang tidak mempunyai dasar hukum," kata Ari.

Baca Juga: Perkara Korupsi Jalan Padang Lamo, Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Ari bilang, dalam sidang hakim sangat jelas mengatakan bahwa seorang tukang bangunan saja bisa menjadi ahli berdasarkan keahlian dia.

"Jadi penasihat hukum terdakwa jangan membuat pendapat yang dapat menyesatkan masyarakat tentang seseorang yang dapat dijadikan ahli minimal harus S2. Dari mana dasar hukumnya," tegas dia.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kalah di PTUN Jambi, PJ Bupati Tabo: Kita Akan Banding

Senin, 26 September 2022 | 17:58 WIB
X