• Sabtu, 20 Agustus 2022

Dampak Ekspor CPO di Stop

- Minggu, 31 Juli 2022 | 15:28 WIB
Lina Marliana, Staf BPS Kab. Tebo
Lina Marliana, Staf BPS Kab. Tebo

Crude palm oil  merupakan minyak kelapa sawit mentah. Produk ini diperoleh dari hasil ekstrkasi atau proses pengempaan daging buah (mesocarp) kelapa sawit umumnya dari spesies Elaeis guineensis dan belum mengalami pemurnian. Indonesia merupakan produse kelapa sawit terbesar di dunia diikuti Malaysia. Kebutuhan dunia terhadap CPO 85 persen di penuhi dari Indonesia dan Malaysia.

Ada beberapa penggunaan turunan dari pengolahan CPO sendiri yang diantaranya :

Biodisel, saat ini pemerintah Indonesia melalui Pertamina melakukan pencampuran solar dengan minyak sawit menjadi Biosolar. Dimana saat ini biosolar 30 persennya merupakan minyak sawit biasa di sebut B30.

Bahan minyak goreng, Salah satu pemanfaatan dari minyak nabati hasil pengolahan CPO yang paling umum adalah sebagai bahan baku minyak goreng. Minyak goreng sendiri merupakan salah satu kebutuhan harian mendasar rumah tangga, terutama di Indonesia.

Terlepas dari kontroversi yang menyebut bahwa minyak kelapa sawit berbahaya bagi kesehatan, nyatanya masyarakat masih menggunakan produk ini untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Walau sebagian besar fungsi minyak goreng adalah untuk keperluan dapur baik skala rumahan hingga restoran dan industri makanan berskala besar nyatanya dapat pula dimanfaatkan untuk beberapa keperluan lain.

Minyak goreng juga bisa digunakan sebagai pelumas alat rumah tangga, menghilangkan noda cat dari tangan, pelindung furnitur dan alat masak, hingga pembersih mobil.

Bahan Baku produk makanan, biasanya minyak sawit digunakan untuk membuat margarin yang mana margarin sendiri hampir mirip dengan minyak goreng kegunaanya.

Bahan baku kosmetik, hampir 70 persen kosmetik yang ada saat ini mengandung minyak sawit karena minyak sawit kegunaannya untuk melembabkan.

Indonesia saat ini menjadi eksportir minyak sawit terbesar di dunia, negara Tiongkok dan India merupakan pangsa pasar paling besar dalam ekspor minyak sawit mentah (CPO). Ekspor CPO ke kedua negara tersebut mencapai 29% dari total nilai ekspor sawit Indonesia. Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor CPO ke Negeri Tirai Bambu tersebut mencapai US$ 4,55 miliar sepanjang Januari-November 2021. Nilai tersebut mencapai 17,47% dari total nilai ekspor minyak sawit Indonesia. Negara tujuan ekspor CPO terbesar berikutnya adalah India, yakni sebesar US$ 3,11 miliar (11,96%). Diikuti Pakistan sebesar US$ 2,46 miliar, Amerika Serikat US$ 1,61 miliar (9,44%), Banglades US$ 1,26 miliar (4,83%), serta Malaysia senilai US$ 1,21 miliar (4,65%).  Nilai ekspor minyak sawit ke Amerika Serikat sepanjang Januari-September 2021 mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 136,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai ekspor ke India hanya mencatat kenaikan 17,98%, terendah dibandingkan dengan 5 negara tujuan ekspor terbesar CPO lainnya.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Terkini

Peluang Ekonomi Digital

Minggu, 31 Juli 2022 | 15:38 WIB

Dampak Ekspor CPO di Stop

Minggu, 31 Juli 2022 | 15:28 WIB
X