• Sabtu, 20 Agustus 2022

Awal Mula Pemerintahan Kesultanan Sri Maharaja Batu di Jambi

- Minggu, 31 Juli 2022 | 15:12 WIB

PORTALTEBO.id, Tebo - Dalam catatan sejarah, Sri Maharaja Batu merupakan putra pertama dari Kesultanan Seri Ingologo atau Sultan yang ke lima di Jambi. Seri Maharaja Batu juga mempunyai dua orang saudara laki-laki bernama pangeran Depati Cakranegara dan adiknya yang bungsu bernama Kiyai Singo Pati.

Sebelum Sri Maharaja Batu diangkat menjadi Sultan oleh Raja Pagaruyung. Terjadi perperangan besar antara Sultan Seri Ingologo (ayah Seri Maharaja Batu) dengan kerajaan Johor sekitar tahun 1665 silam.

Saat itu, Sultan Seri Ingologo dibantu oleh VOC singkatan dari Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau gabungan perusahaan-perusahaan dagang Belanda yang diberikan senjata lengkap oleh pemerintahannya. Berkat bantuan VOC, kerajaan Johor berhasil ditaklukkan.

Namun, VOC ternyata mempunyai maksud lain dan meminta imbalan dengan Sultan Seri Ingologo berupa wilayah. Yang mana saat itu Jambi mempunyai posisi penting sentra penghasil lada Nusantara. Dan tidak sedikit negara Eropa seperti Portugis, Inggris dan Hindia Belanda yang ingin bersaing keras untuk menguasai Indonesia.

Atas permintaan itu, Sultan Seri Ingologo tidak senang terhadap Belanda. Sultan akhirnya ditangkap Belanda dengan cara membujuk salah satu anak Sultan bernama Pangeran Depati Cakranegara dengan jaminan akan memegang tampuk Kesultanan Jambi. Atas bujuk dan rayuan Belanda berhasil menangkap Sultan Seri Ingologo. 
Setelah berhasil menaklukkan kerajaan Johor, VOC juga menepati janjinya terhadap Pangeran Depati Cakranegara dan akan mengangkatnya menjadi Sultan dan berharap Pangeran Depati dapat menyerahkan wilayah sesuai dengan kesepakatan awal VOC.

Dan didalam peraturan kesultanan, yang paling berhak menjadi pewaris kesultanan ialah putra tertua yaitu Sri Maharaja Batu. Sesuai janji VOC, Pangeran Depati akhirnya naik tahta dan diakat menjadi Sultan di Jambi oleh Belanda. Atas pengangkatan ini, Sri Maharaja Batu sakit hati dan mengasingkan diri ke Tebo.

Dalam pengasingannya di Tebo, Sri Maharaja Batu datang ke Kerajaan Pagaruyung dan menceritakan perihal pengasingan dirinya ke Tebo. Sultan Ahmad Syah nama Raja Pagaruyung akhirnya mengangkat Sri Maharaja Batu menjadi Sultan dan memberikan tiga wilayah yaitu Tujuh Koto, Sembilan Koto dan Muara Tebo.

Pada masa itu, kesultanan Jambi menjadi dua yaitu Sultan Cakranegara (Kesultanan Hilir) dan Sultan Sri Maharaja Batu (Kesultanan Hulu). Pada masa pemerintahan Kesultanan Sri Maharaja Batu kurang lebih 29 tahun yang di pusarkan di Mangun Jayo, ia juga dibantu oleh adik bungsunya Kiyai Singo Pati.

Dan dalam pemerintahan ini, Sri Maharaja Batu anatara tahun (1665-1690) berjalan dengan baik dan pada masa itu masyarakat sangat nyaman dan tentram. Namun, sedikit terkendala dengan kebutuhan pangan. Yang mana, saat itu kerajaan Jambi ketergantungan pangan dengan kerajaan Mataram. 

Dan baru baru ini, tim media ini mendapat kabar bahwa banyak peninggalan Sri Maharaja Batu di Tebo. Dan tim sedang menelusururi keberadaanya. (***)

Halaman:

Editor: Redaksi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Zodiak Pisces Berlaku Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Ramalan Zodiak Aquarius Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:59 WIB

Ramalan Zodiak Capricorn Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:41 WIB

Ternyata, Ini Loh Asal Usul Kata Dirgahayu

Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:55 WIB
X