• Sabtu, 20 Agustus 2022

Legenda Sayang Tebuang Dari Sungai Bengkal

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:33 WIB
Tempat yang diyakini sebagai lokasi ditanamnya keris Kerajaan Olak Renah Tanjung Bungo Olak Gedang Malako Intan. (Ade Saputra W)
Tempat yang diyakini sebagai lokasi ditanamnya keris Kerajaan Olak Renah Tanjung Bungo Olak Gedang Malako Intan. (Ade Saputra W)

Dahulu kala sebelum masuknya islam di Provinsi Jambi, sekitar tahun 1286 Masehi Datuk Temanggung yang berasal dari Pagaruyung Sumatera Barat yang dikabarkan keturunan Raja Melayu Adityawarman melakukan pelayaran ke Provinsi Jambi bersama keluarganya melalui Sungai Batanghari dengan perlengkapan seadanya, dan kepergian mereka tersebut menurut kabar bersamaan dengan kepergian Tiang Bungkuk Rajo Kerinci dari Pagaruyung Alam Minang Kabau menuju Kerinci, sedangkan Datuk  Temanggung  mengikuti Sungai Batanghari kehilir.

Datuk Temanggung melakukan perjalanan bersama Tuan Puteri Istri Temanggung, Bujang Selamat sesuruhannya datuk Temanggung, Si Kemban sesuruhan perempuannya, dan Putri Selaro Pinang Masak anak perempuannya, selain itu juga membawa Dua ekor binatang peliharaan berupa Ayam Jantan  bernama Kinantan dan Itik Putih yang memiliki kemampuan terlatih sebagai penentu perjalanan dan pelayaran Datuk Temanggung dengan menjadikannya sebagai pedoman.

Konon perjalanan Datuk Temanggung ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari tempat yang sesuai dengan keinginannya, yaitu tanah yang subur, aman, dan lancar perhubungannya. Selama dalam melakukan perjalanan, Itik Putih menjadi pemandu perjalanan selama di aliran Sungai Batanghari, sedangkan Ayam Kinantan menunjukkan arah dalam mencari tempat yang cocok didaratan dengan member tanda yaiti berkokok.

Baca Juga: Mengenang Perjuangan Sultan Thaha Ditengah Politik Bayangan Belanda

Pada suatu hari setelah beberapa hari pelayaran, pertama kali itik menepi di Tebo Ulu tepatnyo di Desa Rambahan saat ini, namun setelah ayam dilepaskan didaratan,Temanggung  sambil merambah-rambah memperhatikan ayam,  namun ayam tidak kunjung berkokok, sehingga pada akhirnya Datuk Temanggung meneruskan perjalanan lagi.

Setelah melakukan perjalanan kembali, sampailah Datuk Temanggung di suatu tempat, yaitu Muaro Batang Tebo, itikpun menepi dan diikuti Datuk Temanggung, tapi perahu tidak diikat, hanya disuruh pacikkan (pegang,red) oleh Bujang Selamat. Datukpun melepas ayam di daratan, alhasil ayam juga tak berkokok, dan Temanggung kembali keperahu melanjutkan perjalanannya.

Untuk yang ketiga kalinya itik menepi, akhirnya Datuk Temanggung mengikuti  petunjuk itik dan turun ketepian, ayampu n dilepas di tempat yang airnya Olak, diatasnya Renah, dan sebelah Ulunya terdapat Sungai Tanjung yang pohonnya sedang berbunga, sebelah ilirnya terdapat Olak Gedang, diatas dataran Malako Intan, ditempat itulah Ayam Kinantan peliharaan datuk berkokok sebanyak tiga kali. Setelah berunding dengan anak dan isterinya, datukpun memutuskan untuk tinggal di tempat itu.

Di tempat tersebutlah Datuk Temanggung memutuskan untuk melanjutkan kehidupan dengan keluarga dan pesuruhnya, kian hari tempat tersebut kian ramai, selain tanahnya yang subur penduduknya kian bertambah, Datuk Temanggung menjadikan pemukimannya sebagai Kerajaan Olak Renah Tanjung Bungo Olak Gedang Malako Intan, rakyatnyapun sangatlah patuh kepada datuk Temanggung, bahkan datuk Temanggungpun dalam memimpin rakyat selalu menggunakan Musyawarah dalam mengambil keputusan apapun. Datuk Temanggung yang dapat memimpin Negerinya ini dalam setiap membuat keputusan selalu mengajak tuo tengganai cerdik pandai berunding sehingga dapat kata sepakat, lain kata Rajo sedaulat, pengulu seauntiko tuo sepakat alim seugamo.

Datuk Temanggung memang sudah mempunyai seorang puteri yang diberi nama Selaro Pinang Masak, namun Datuk Temanggung berkeinginan mempunyai anak laki-laki untuk menggantikannya. Puterinya inipunj diberi nama tersebut sesuai dengan keelokannya serta parangainya dan budi bahasanya.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Zodiak Pisces Berlaku Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Ramalan Zodiak Aquarius Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:59 WIB

Ramalan Zodiak Capricorn Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:41 WIB

Ternyata, Ini Loh Asal Usul Kata Dirgahayu

Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:55 WIB
X