• Sabtu, 20 Agustus 2022

Dari Asal Nama Pulau Temiang Hingga Kisah Datuk Ngebi German Tanggo Jati dan Tari Kelik Elang

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:58 WIB
Tumbuhan Temiang di tepi Sungai Batanghari  (Ist)
Tumbuhan Temiang di tepi Sungai Batanghari (Ist)

Pulau Temiang adalah salah satu Kelurahan di Kabupaten Tebo yang terletak di Kecamatan Tebo Ulu dengan jumlah penduduk yang sangat padat. Untuk dapat mencapai lokasi tersebut yaitu dapat melewati Jalan Padang Lamo di Kecamatan Tebo Tengah.

Pulau Temiang hingga saat ini masih menyimpan banyak sejarah yang belum timbul kepermukaan secara menyeluruh, jika di Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir lebih tersohor dengan cerita lama Sayang Tebuang, atau di Sungai Keruh Kecamatan Tebo Tengah dengan keberadaan tanah bisa di makan, maka di Pulau Temiang kental dengan cerita asal muasal nama Pulau Temiang, hingga kisah Datuk ngebi German Tembago Jati hingga Tari Kelik Elang. Cerita lama atau cerita rakyat ini dikisahkan oleh H Tabri MA yang merupakan Ketua Adat Pulau Temiang.

  1. Kisah Asal Mula Nama Pulau Temiang 

Menurut H Tabri MA bahwa asal mulanya Kelurahan Pulau Temiang yaitu berawal dari RW 05 Dusun Pulau Temiang, berawal dari tahun 1916 Dusun Pulau Temiang di dirikan, yang mana saat itu adalah merupakan transmigrasi penduduk dari Desa Teluk Jambu. Saat itu, Teluk Jambu memiliki enam dusun, yaitu mulai dari ulu Pulau Puro, Pulau Temiang, Sialang Kecil, Muara Danau, Pemuatan, dan yang paling hilir Koto Jayo.

"Asal mulonyo ado kelurahan iko berawal dari RW 05, Dusun Pulau Temiang,”kata H Tabri MA beberapa waktu yang lalu.

H Tabri MA (Ist)
Dikisahkannya lagi, bahwa transmigrasi masyarakat Teluk Jambu saat itu adalah di lokasi yang kini di sebut RW 05, dan disanalah mulanya pemukiman penduduk tersebar. Saat itu umumnya kehidupan masyarakat cenderung adalah bertani, baik itu sawah maupun ternak kerbau.

“Dulu sapi dakdo di tempat kito ko, yang ado kerbau,” terangnya.

Baca Juga: Legenda Sayang Tebuang Dari Sungai Bengkal

Menurut H Tabri MA menceritakan pula bahhwa ternak sapi mulai ada di kampungnya ini yaitu berkisar sekitar tahun 1960, dan kebiasan bertani yang ada dalam masyarakat sewaktu itu di sebut sebagai bertani padi di tanah renah (rawa-rawa,red).

Seiring berjalan waktu dengan berkembangnya penduduk dari masa ke masa seiring kemajuan akhirnya penduduk mulai tersebar ke wilayah di sekitar Dusun Pulau Temiang, dan akhirnya pada tahun 1983 Desa Baru dan Desa Pulau Temiang (Dusun Pulau Temiang,red) mengalami perkembangan menjadi Kelurahan.

“Saat itu yang menjabat menjadi lurah adalah Peltu adalah H.Syarif A,” ujar H Tabri MA.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ramalan Zodiak Pisces Berlaku Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Ramalan Zodiak Aquarius Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:59 WIB

Ramalan Zodiak Capricorn Sampai 20 Agustus 2022

Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:41 WIB

Ternyata, Ini Loh Asal Usul Kata Dirgahayu

Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:55 WIB
X