• Selasa, 6 Desember 2022

Jaksa Agung Bersama CPS Inggris Menerima Special Achievement Award IAP

- Senin, 26 September 2022 | 21:13 WIB
Jaksa Agung, ST Burhanuddin  (Ist)
Jaksa Agung, ST Burhanuddin (Ist)

PORTALTEBO.id - Jaksa Agung RI Prof. Dr. ST Burhanuddin menerima Special Achievement Award dari International Association of Prosecutors (IAP) pada Senin, 26 September 2022.

IAP ini diberikan langsung oleh Dr. Cheol Kyu Hwang (President of IAP) dan didampingi oleh Han Moraal,Secretary General of IAP, pada Acara Pembukaan 27th Annual Conference & General Meeting IAP, di Kavkasioni Ballroom Sheraton Tbilisi Georgia. 

Acara 27th Annual Conference dan General Meeting IAP dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Georgia Irakhi Gharibashvili yang didampingi oleh Jaksa Agung Georgia Irakhi Shotadze dan President IAP Cheol Kyu Hwang.

Baca Juga: Empat Rencana Aksi Nasional Yang Diintruksikan Jaksa Agung Kepada Seluruh Jajaran Saat Rakernis

Pemberian penghargaan IAP terasa sangat membanggakan karena Special Achievement Award Tahun 2022 hanya diberikan kepada 2 (dua) dari 180 negara anggota IAP di dunia.

IAP pertama diberikan kepada Indonesia yang diwakili oleh Prof. Dr Asep N Mulyana selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, dan kedua Inggris (diwakili oleh Crown Prosecution Service (CPS) United Kingdom yakni Max Hill (Director of Public Prosecutions England & Wales). 

Salah satu pertimbangan pemberian award karena Prof. Dr. ST Burhanuddin dinilai telah mendemonstrasikan dedikasi khusus dalam mencapai tanggung jawab profesionalnya. Di samping itu, kebijakan keadilan restoratif (restorative justice) yang dilakukan Kejaksaan di Indonesia telah mampu memberikan ganti rugi kepada korban kejahatan, serta memulihkan akibat dari suatu tindak pidana.

Baca Juga: Kajari Tebo Beserta Jajaran Mengikuti Rakernis Bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin

Menurut Secretary General of IAP, Jaksa Agung Prof. Dr. ST Burhanuddin telah menginstruksikan melalui Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dengan membuka penyelesaian perkara di luar pengadilan, sehingga korban mendapatkan kesempatan untuk didengarkan dan pengembalian secara maksimal dari pelaku tindak pidana. Lebih lanjut dikemukakan oleh Secretary General of IAP, bahwa sejak Juli 2022 s/d sekarang, lebih dari 1.000 (seribu) perkara yang telah dihentikan dengan kebijakan keadilan restoratif (restorative justice). 

Untuk mendukung kebijakannya itu, Jaksa Agung ST Burhanudin telah membentuk 182 (seratus delapan puluh dua) Rumah Restorative Justice di seluruh Indonesia yang memindahkan penanganan perkara ke lingkungan yang lebih kondusif untuk dilaksanakannya sistem keadilan restoratif.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X