• Sabtu, 20 Agustus 2022

Kondisi Sekolah Kelas Jauh Benteng Makmur Desa Muara Kilis Memprihatinkan

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 01:35 WIB
Siswa kelas jauh Benteng Makmur saat upacara bendera. (Iyal)
Siswa kelas jauh Benteng Makmur saat upacara bendera. (Iyal)

PORTALTEBO.id, Tebo - Pembangunan sumber daya manusia (SDM) memang menjadi prioritas utama. Sayangnya, belum semua masyarakat bisa menikmati pendidikan yang layak, apalagi yang berada jauh di pelosok.

Seperti di Dusun Benteng Makmur Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Anak-anak di dusun tersebut terpaksa mengenyam pendidikan seadanya dengan fasilitas juga seadanya, di kelas jauh yang berinduk ke SDN 233/VIII Kumpul Rejo Desa Muara Kilis.

Kelas jauh yang berdiri sejak 8 tahun yang lalu ini, telah dua kali meluluskan siswanya dan saat ini lebih dari 200 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut. "Siswa kelas satu tahun 2022 ini ada 50 orang anak," kata komite kelas Jauh Benteng Makmur, Jamiatur Rohman, belum lama ini.

Dijelaskannya, awalnya warga prihatin dengan kondisi pendidikan bagi anak-anak mereka. Pasalnya, mereka kesulitan untuk menyekolahkan anaknya karena jarak tempuh ke sekolah formal sangat jauh.

Atas keprihatinan itu, akhirnya warga sepakat swadaya mendirikan kelas jauh di dusun Benteng Makmur. Warga pun mengusulkan kelas jauh tersebut berinduk ke SDN 233/VIII Kumpul Rejo Desa Muara Kilis.

"Alhamdulillah sekarang sudah ada tiga lokal tempat anak-anak belajar. Meski bangunannya masih kontruksi kayu, tapi anak-anak tetap semangat belajar," kata Kang Ujang sapaan akrab Jamiatur Rohman.

Dijelaskannya jika seluruh siswa yang terdaftar di kelas jauh semuanya telah masuk ke daftar pokok pendidikan (dapodik). Para siswa tersebut dididik (diajar oleh lima orang tenaga pengajar (guru) yang keseluruhannya berstatus honorer.

"Ada juga anak-anak dari Suku Anak Dalam (SAD) yang terdaftar sebagai siswa. Kami dan para guru sepakat, untuk anak-anak SAD semua biaya sekolahnya digratiskan," tegas dia.

Dengan kondisi sekarang, Kang Ujang mengaku sangat prihatin. Sebab kelas jauh yang menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan di dusun mereka sangat kekurangan fasilitas.

"Jumlah lokak masih kurang, tidak ada kantor, WC, dan fasilitas lainnya," kata dia.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dewan Sorot Pelaksanaan Program Dumisake

Senin, 20 Juni 2022 | 00:23 WIB
X