• Jumat, 30 September 2022

Soal Pernyataan Menteri BUMN Sebut Pertamina Jual Rugi BBM Pertamax, Komisi VII Sebut Aneh Bin Ajaib

- Selasa, 13 September 2022 | 18:59 WIB
BANDUNG - Petugas mengisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Minggu (31/5/2015). Harga Pertamax RON 92 naik sebesar Rp500/liter dari harga sebelumnya Rp8.800 menjadi Rp9.300/liter terhitung sejak Sabtu (30/5/2015) mulai pukul 00.00 WIB. Sementara untuk harga jual produk Pertamax Plus naik Rp150 menjadi Rp10.200/liter. Begitupun dengan harga jual produk solar non-subsidi yang mengalami penaikan menjadi
BANDUNG - Petugas mengisikan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Minggu (31/5/2015). Harga Pertamax RON 92 naik sebesar Rp500/liter dari harga sebelumnya Rp8.800 menjadi Rp9.300/liter terhitung sejak Sabtu (30/5/2015) mulai pukul 00.00 WIB. Sementara untuk harga jual produk Pertamax Plus naik Rp150 menjadi Rp10.200/liter. Begitupun dengan harga jual produk solar non-subsidi yang mengalami penaikan menjadi

PORTALTEBO.id - Menteri BUMN Erick Thohir beberapa waktu lalu menyebut PT Pertamina (Persero) menjual rugi BBM jenis Pertamax RON 92.

Pernyataan itu mengundang pertanyaan dari anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto.

Ia pun mendesak pemerintah dapat membuka data Harga Pokok Produksi (HPP) bahan bakar produksi perusahaan berpelat merah tersebut.

"Bagaimana bisa badan usaha melakukan aksi jual rugi. Ini sama saja aksi bunuh diri bagi perusahaan," kata Mulyanto dalam keterangan persnya, Senin, 12 September 2022. 

Baca Juga: Kader PKS Tebo Unjuk Rasa Tolak Kenaikan Harga BBM

Baca Juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Harga Material Bangunan Mulai Merangkak Naik

Baca Juga: Datangin Kantor DPRD Provinsi Jambi, GMKI Tolak Kenaikan Harga BBM

Maka dari itu, politisi dari Fraksi PKS ini mendesak Eric untuk membuka data HPP dan harga keekonomian BBM jenis Pertamax RON 92. 

Bila memang Pertamina jual rugi BBM jenis Pertamax RON 92 maka semua pihak yang terlibat perlu dimintai pertanggungjawaban. 

"Apakah Menteri BUMN dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) menyetujui aksi jual rugi ini. Kalau jawabnya 'ya', maka ini adalah kondisi yang aneh bin ajaib," katus dia.

Halaman:

Editor: Syahrial.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X